Total Tayangan Halaman

Sabtu, 18 Januari 2014

LOKOMOTIF BERTEKNOLOGI YUROP



 LOKOMOTIF DB V200

Lokomotif (Deutsche Bundesbahn) DB class V200 dibuat pertama kali oleh Krauss-Maffei pada periode 1953~1954 yang kemudian dilanjutkan oleh Maschinenbau Kiel GmbH (MaK) pada periode tahun 1956 bertenaga 2170hp.  
Selain Jerman Barat, Negara pemakai yang lain adalah Switzerland (armada SBB CFF FFS) dan pada periode tahun 1982~1990 juga dipesan oleh perusahaan maskapai kereta api swasta Italia (Ferrovia Suzzara-Ferrara) menyusul kemudian Ferrovie Padane (FP), Impresa Veltri (IPE), kemudian Impresa Valditerra dan Ferrovie Nord Brescia (FNB)

lokomotif DB V200
Menggunakan mesin Maybach (type MD650) dengan transmisi hydrolic dari Voith (type LT306r/b) mengingatkan pada lokomotif Indonesia BB301 buatan Krupp.  Lokomotif BB301 ini mulai berdinas sejak tahun 1964 dengan kedatangan batch awal sebanyak 10 buah,  ditenagai oleh mesin Mercedes-Maybach 12V655(01-45) dan MTU Series 538 atau yang dikenal dengan MD (Maybach diesel) - diesel engine yang mampu menghasilkan 1500 horse power. Lokomotif ini merupakan salah satu lokomotif besar paling ringan di Indonesia, karena itu bisa melewati jalur-jalur bertekanan gandar rendah dengan kecepatan jelajah maksimum 120km/jam.  
 
model lokomotif BB304; adik BB301 dengan livery KAI lama
 Untuk transmisi hidrolis-nya, si mbah BB301 mencangkokkan 2 Tipe motor Voith L 630 r U 2.
Pada awal tahun ‘60an Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) memesan 30 lokomotif dari pabrik Fried Krupp yang memiliki builder number  4669-4698 dan 15 unit dari Krauss Maffei yang memiliki builder number 19121-19135. Setelah beberapa bulan perancangan dan produksi, lokomotif pertama keluar dari pabrik fried Krupp di Essen tahun 1964.  Lokomotif ini merupakan bagian dari tipe lokomotif diesel Hidrolik terkenal Krupp yaitu M 1500 BB
model lokomotif BB30404 dengan livery PJKA

Kejayaan mbah BB dari sejak awal kedatangannya sekitar tahun 1964 sampai era 1970 terbukti dengan kedigdayaannya menarik kereta-kereta papan atas tanah air pada masa itu : Bima, Parahijangan dll.   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZMB08PCAzTfNwMv8sBHnAqR9g6XlqfnxsIccF2Gx2C4mj56rYhpgbuJpTu3PQrvPvHDtog6haABBo8FD3eMLJCs1jPvxUtrrhGPDXYnYDwq4mdtVSdKxVjmGLXX690mqYpDoYfxzflHO2/s320/BB30104_Bima_SGU.jpg         http://i44.tinypic.com/2lo6wzc.jpg

uji coba lokomotif M1500 BB_Krupp Maffei di Hagen dengan gauge 1435mm

MENGENAL LOKOMOTIF MANCANEGARA (YUWES - AMERIKA SERIKAT)

MENGENAL LOKOMOTIF F UNIT

Dalam miniatur kereta api (terutama skala 1/87) ada model yang cukup beken di kalangan kamoder tanah air, dan banyak dijumpai di pasaran, yakni model lokomotif buatan EMD Amerika Serikat (Yuwes) dengan penamaan F Unit.
lokomotif F Unit besutan EMD merupakan lokomotif diesel-elektrik yang di desain untuk angkutan barang (freight locomotives)
Ternyata di Amrik tidak konsisten juga ya,......loko penumpang buat tarik freight,.....loko freight buat tarik penumpang........(**seperti lokomotif CC206 di sini yang didesain untuk freight locomotive).....mirip 'saudara panjang'-nya, yakni E UNIT, maka produksi F UNIT dilakukan di pabrik yang sama di Balai Yasa La Grange, Illinois, dan adapula yang di Balai Yasa GMDD di London, Ontario, Canada.  GMDD merupaken kepanjangan dari General Motors-Diesel Division,  dan Unit-unit F ini ternyata juga dijuwal untuk pasar di luar Amrik (Mexico, Canada dan Arab Saudi,...ehh...ternyata ada kereta api juga di Arab).
Masa produksi seri F ini adalah November 1939~November 1960,....bandingken dengan 'saudara panjang'-nya, E UNIT yang diproduksi dari bulan Mei 1937, sampai Desember 1963.
Nama 'F' yang disandang bukan secara langsung berarti 'Freight' miskipun secara kebetulan lokomotif 'F UNIT' di desain sebagai lokomotif freight,...namun lebih merujuk kepada KAPASITAS DAYA,....di mana 'F' merupakan kepanjangan FOURTEEN, yakni 1400horsepower,.....daya yang menggerakkan F UNIT,....nah yang panjang-nya ('E UNIT') merupakan kepanjangan dari EIGHTTEEN,...1800horsepower.

lokomotif FT-A dari 'Baltimore and Ohio'

lokomotif FT-B dari 'New York Central'
Masih memakai teknologi bogie Blomberg dengan gandar empat (BB), lokomotif-lokomotif F UNIT ini mengusung enambelas silinder EMD 567 series.  lokomotif-lokomotif F UNIT ini di kalangan para railfan di Amrik, dikenal dengan sebutan 'wagon train',.....deretan keluarga F UNIT dari yang sulung adalah lokomotif FT diproduksi 1939~1945,....diikuti adik-adiknya berturut-turut : F2; F3; F7; FP7; F9; FP9 dan terakhir yang bungsu adalah FL9,....sama seperti 'saudara panjang' nya,....lokomotif F UNIT didesain untuk 'berduaan' (berpasangan) antara lokomotif utama (dengan kabin masinis) dan lokomotif booster.....

Cangkang Lokomotif F-Unit dari 'Santa Fe' (lokomotif utama dan lokomotif booster)
 Cab Unit dan Carbody Unit,....adalah julukan dalam terminologi perkeretaapian di Amrik, merujuk pada gaya/ bentuk lokomotip,.....di mana konstruksi rangka bridge truss membentuk body kereta api itu sendiri.

rangka Carbody unit lokomotif F unit
 kredit foto : http://trainsarefun.com/lirr/morrispark/1st%20EMD%20F%20power%20pack.jpg

Jangan lupa untuk berkunjung pada artikel saya yang lain, yang tidak kalah menarik, ...ingin mengenal lebih jauh permasalahan miniatur kereta api Indonesia ?....saya persilahkan anda untuk berkunjung ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-indonesia.html 


Lokomotif utama dan lokomotif booster F unit
Konfigurasi ini menyebabkan lokomotif-lokomotif jenis Cab Unit memiliki kelemahan pandang dibandingkan bentuk lokomotif hood (hood unit), sehingga lokomotif bermodel Cab Unit dipakai untuk kereta-kereta yang tidak terlalu mementingkan arah pandang ke belakang.   Namun kereta jenis Cab Unit lebih aerodinamis (dengan wajah mbulldog-nya) dibandingkan lokomotif hood unit.  Apakah Krupp M1500 BB a.k.a BB301/ BB304 dengan wajah roti tawar-nya bisa digolongkan ke dalam lokomotif Cab Unit ?


 --------------------------------------------------------------------------------------------------------

MENGENAL LOKOMOTIF E UNIT

EMD E-unit adalah jenis lokomotif diesel untuk kereta penumpang yang dibangun oleh General Motors Electro-Motive Division (EMD) dan pendahulunya, yaitu Electro-Motive Corporation (EMC).
Semua Lokomotif seri E-unit dirakit di La Grange, Illinois, yang produksinya berlangsung dari bulan Mei 1937, sampai Desember 1963. Nama E-unit mengacu pada nomor model yang diberikan untuk setiap jenis berturut-turut, yang semuanya dimulai dengan E.
Pada awalnya, lokomotif E unit didesain berdaya seribu delapan ratus tenaga kuda (1300 kW), namun konsep tersebut sudah dipersiapkan untuk model dengan daya jauh lebih tinggi untpadasa mendatang.
Pendahulu dari E-unit adalah EMC 1800 hp BB lokomotif yang dibuat pada tahun 1935, yang memiliki kekuatan yang sama dengan layout E-unit, tetapi mesin tertutup dalam kabin body dan dengan tipe AAR bogie BB dua gandar.
Pada tahun 1937, EMC juga memperkenalkan TA Model , yang dijual untuk Rock Island (The Chicago, Rock Island and Pacific Railroad yang umum disingkat CRIP atau ROCK, dahulu adalah kereta-kereta eksekutip kelas utama di Midwestern United States) yang memiliki styling carbody sangat mirip, tetapi sebaliknya memiliki lebih banyak kesamaan dengan UP M-10001 , M-10002 , dan M-10003 melalui M-10007 , dalam hal ini adalah 1.200 hp (900 kW), bertraksi tunggal di bogie BB, tidak seperti E-unit yang memiliki konfigurasi bogie' A1A-A1A, dan bukan bagian dari seri E-unit.

model lokomotif E Unit dari 'Southern Pacific' buatan 'Paragon'

Lokomotif-lokomotif unit E, awalnya menggunakan teknologi mesin kapal selam Winton 201 (unit EA / EB , E1 , dan E2) yang telah terbukti tidak sesuai untuk penggunaan lokomotif dengan full throttle.  Seperti kebanyakan lokomotif penumpang sebelumnya, E-unit menggunakan dua mesin untuk mencapai daya yang diharapkan. Hal ini karena keterbatasan teknologi waktu itu yang didapat dari pengembangan mesin tunggal. Meskipun E-unit dapat digunakan secara tunggal untuk kereta api yang pendek, untuk menarik rangkaian yang panjang masih dibutuhkan dobel traksi, bahkan tripel traksi. E-unit bisa dibeli dengan atau tanpa kabin kemudi, unit dengan kabin kemudi disebut unit A atau unit utama, sedangkan unit tanpa kabin kemudi disebut unit B atau unit penguat. Pada Unit B dipasang pengendali sederhana untuk tujuan hostling, tetapi unit B tidak bisa dipakai sebagai lokomotif kendali. Lokomotif-lokomotif tersebut terhubung dengan kabel MU yang memungkinkan kru di unit memimpin di depan untuk mengontrol unit trailing. Kebanyakan maskapai Kereta cenderung untuk membeli set ABA (dua unit A dengan kabin kemudi menghadap ke arah yang berlawanan dengan lokomotif B/ booster di antara keduanya) atau set ABB (satu lokomotif berkabin dengan sepasang lokomotif B/ penguat). Setting ABA tidak perlu dihidupkan untuk menarik di kedua arah, namun unit B lebih murah daripada A unit dan membuat jalan kereta menjadi lebih halus .

Lokomotif E Unit susunan A-B-A

kredit foto : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXuXkvGVtDcI1Z89c4CZO5CADTmcsgtvCmnkHUpM1WlpogJBqB5OHsR7JGf9PrlS7bOACd0GdkUS-5WdVx4LGarL1aI2MROFQMNu00nVzvbGIzzw7AyoFandZpywqgr0nJh7IiiLT0enQ/s1600/sepi-ft-3645.jpg

model Lokomotif E Unit 'Rock Island' susunan A-B-A

Lokomotif-lokomotif unit EA / EB , E1 , dan E2 dibuat untuk produksi yang terbatas, masing-masing untuk dijual ke pengguna rel kereta api tunggal. lokomotif-lokomotif seri E tersebut memiliki lay out mesin ganda V-12, berbogie Blomberg A-1-A, dengan 57 ft 1 in (17,40 m) wheelbase yang akan menjadi standar untuk semua model E berikutnya.
kredit foto : http://www.trainweb.org/fredatsf/cornbelt47_files/image009.jpg
Lokomotif-lokomotif unit E3 , E4 , E5 , dan E6 adalah model produksi standar pra-Perang Dunia II, dengan sedikit perbedaan antara mereka. Semua memiliki mesin 567 baru, dengan total 2.000 hp (1,5 MW), lokomotif-lokomotif tersebut memiliki raut "hidung miring", dan jendela persegi di sisi. Produksi terakhir pada tahun 1942.
The E7 diperkenalkan pada tahun 1945, dan menjadi lokomotif unit E yang memiliki catatan penjualan terbaik. Dengan repowering ditingkatkan 567 pada mesin "A", dan F bergaya "hidung bulldog".
Lokomotif E8 dan E9 adalah model E akhir. The E8 memiliki 567 "B" mesin (2.250 hp (1,68 MW) total), E9 yang memiliki uprated 567 "C" mesin (2.400 hp (1,8 MW) total). Mereka berdua menggunakan gaya tubuh yang sama, dengan kisi-kisi di bagian atas sisi panjang dari loco, dan beberapa jendela "jendela kapal" di bawahnya.
Perlu dicatat bahwa deskripsi model yang dibangun adalah sebagai, EMC / EMD lokomotif sering dibangun dengan standar baru.
Semua E-unit menggunakan bogie yang sama dengan kereta penumpang EMD didesain oleh insinyur Martin Blomberg, merupakan bogie A1A-A1A , dengan traksi pada as roda luar dan roda tengah idle. Seperti terkenal bogie dua-gandar Blomberg, bogie ini tampil luar gantungan musim semi antara roda untuk bantalan yang lebih baik dari sisi ke sisi gerak. Juga seperti Blomberg B, tidak ada equalizers drop antara as roda.
Martin Blomberg (nama lengkap : Martin Petrus Frederik Blomberg) lahir di Östervåla, Swedia pada tanggal 11 Desember 1888  - wafat pada tahun 1966 di Winter Park, Florida adalah seorang insinyur Amerika asal Swedia. Dia lulus dari Institut teknik di Örebro, dan pada tahun 1910 melanjutkan studinya ke universitas di Uppsala. Keberhasilan desain bogie Blomberg ini seterusnya dipakai dengan sangat sedikit perubahan untuk itu selama bertahun-tahun.
Bagi anda yang tertarik dengan model-model lokomotif mancanegara Eropa (Yurop/ Europe), kami persilahkan untuk mengunjungi http://aabandema.blogspot.com/2014/01/mengenal-lokomotif-mancanegara-yurop.html

LOKOMOTIF SHARK ALCO PA
Lokomotif Shark ini adalah lokomotif besutan Alco dan General Electric,....
Lokomotif 'Shark' ini, sama seperti lokomotif E Unit dan F Unit merupakan lokomotif CARBODY UNIT, sama-sama bergandar A1A-A1A dengan unit booster namun sayang kurang beruntung dalam merebut dominasi pasar Unit E besutan EMD - sama-sama didesain untuk menarik angkutan penumpang (passenger loco), Alco PA-PB diproduksi di Schenectady, New York pasa kisaran tahun 1946~1953,....lebih baru daripada E UNIT-nya EMD (1937)

Lokomotif utama Alco -PA (dengan kabin kendali)

LOKOMOTIF VERANDA TURBINE


Prototip Veranda Turbine mulai diperkenalkan pada tahun 1948 (UP 50), dibuat oleh pabrik General Elektrik, dipasarkan oleh konsorsium Alco-GE.   Gas Turbine Electric Locomotive (GTEL) adalah lokomotif yang motor traksi-nya digerakkan oleh alternator yang dikendalikan oleh turbin gas.  Secara prinsip, sistem GTEL merupakan system Diesel Elektrik, hanya di sini (pada GTEL) mesin diesel-nya digantikan oleh kekuatan gas yang dihasilkan oleh turbo-electric.  Teknologi GTEL ini kemudian terbukti sangat boros, karena untuk menghasilkan kekuatan yang kurang lebih sama dengan mesin diesel, GTEL menenggak bahan bakar dua kali lipat lebih banyak daripada mesin diesel,….ditambah lagi dengan faktor kesulitan untuk bahan bakar minyak kental-nya (bunker fuel) segera menjadi tar atau mollase pada suhu dingin,….sehingga minyak tersebut harus selalu dipanaskan (seperti kuah soto daging Madura) pada suhu 93 ° C sebelum digejrot-kan ke turbin.
Sejak akhir Perang Dunia II, Union Pacific memikirkan konsep ‘hemat lokomotif’,…..bagaimana caranya menarik rangkaian-rangkaian yang panjang dan berat dengan sesedikit mungkin lokomotif untuk menekan biaya perawatannya, karena Union Pacific merupakan maskapai kereta api swasta murni.  Dengan membuat lokomotif berdaya besar, diharapkan ongkos pemeliharaan lokomotif bisa dipangkas, karena tidak perlu banyak-banyak mengerahkan lokomotif untuk menarik rangkaian panjang dan berat.  Jadi konsepnya : cukup sedikit namun kuat.
(**Benua Amerika merupakan daratan yang sangat luas dengan geografik yang berat.  Jarak lintas kontinen-nya antara coast ke coast dari sisi benua yang berseberangan, dicapai dalam tempo 4 hingga 8 hari perjalanan berkereta api.....Itulah mengapa Yuwes membuat lokomotif besar-besar seperti Veranda Turbine dan lokomotif 'Big Boy' yang legendaris) 
sebuah model lokomotif yang melegenda 'BIG BOY' buatan 'Broadway Limited Import'
Kredit foto : http://www.rcgrabbag.com/wp-content/uploads/2010/02/D70_6315-Edit.jpg 
bagi anda yang tertarik tentang sejarah perkereta apian di Amerika Serikat, kami persilahkan untuk mengunjungi http://aabandema.blogspot.com/2014/01/sejarah-kereta-api-amerika-yuwes.html
Sebelumnya General Electric (GE)  telah mengembangkan teknologi turbin gas untuk pesawat terbang (aircraft) dan mengusulkan penggunaan teknologi yang sama pada lokomotif.  Dengan mengimplementasikan pada rangkaian yang panjang dan bergerak pada kecepatan tinggi, diharapkan dapat memaksimalkan efisiensi turbin.  Oleh sebab itulah Gas Turbine Electric Locomotive (GTEL) Ini awalnya menarik rangkaian gerbong barang antara Ogden, Utah dan Green River, Wyoming, melewati Weber Canyon dan Echo Canyon, Utah.
Prototype Veranda Turbine (UP 50)

 
model lokomotif UP Veranda Turbine dari 'MTH'
UP 50 adalah unit carbody dengan empat  boogie, di mana masing-masing boogie bergandar 2 (Bo-Bo), dengan pasangan terhubung oleh span bolsters (sebuah batang penghubung traksi antar boogie yang mirip gardan pada kendaraan penggerak roda depan) sehingga memungkinkan lokomotif panjang dengan delapan traksi menikung pada radius normal.
Yang cukup mengejutkan adalah unit-unit kendali Veranda Turbine (PA 1) dijual ke EMD untuk seri unit E, sementara unit turbin dan tender dijagal di lading rucat besi tua Omaha Shop.

rangkaian multiple unit Veranda Turbine

Bila anda ingin melihat stasiun-stasiun di Eropa (Perantjis) dengan kemegahan arsitekturnya, serta gedung perkereta apian di Indonesia, kami persilahkan untuk berkunjung ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-arsitektur-ruang_18.html

Jumat, 17 Januari 2014

MINIATUR, KERETA API, ARSITEKTUR, RUANG PUBLIK DAN SEJARAH

MINIATUR KERETA API, BUILDING DAN ARSITEKTUR

Dalam sebuah penataan Lay Out, kita akan melibatkan beberapa obyek - selain kereta api miniatur beserta relnya.  Obyek tersebut akan berupa elemen alam (pepohonan, perbukitan atau sungai dan empang) dan bisa merupakan elemen building (jembatan, menara dan bangunan)
paling tidak kita melibatkan sebuah stasiun kereta api seperti pada gambar di atas http://www.flickr.com/photos/dgaken/4749087190/  atau fasilitas penambangan pengolahan batubara, sebuah area petikemas dan lain sebagainya.
Penempatan obyek-obyek bangunan, tak pelak melibatkan arsitektur dan penataan untuk memberikan citra pada Lay Out secara keseluruhan, meskipun tanpa disadari.
Stasiun, Pabrik, Pertokoan dan beberapa obyek lainnya akan membentuk atmosfir sebuah Lay Out, membawa kita kepada sebuah mikrokosmos yang maya, di mana mungkin kita pernah datang ke sana.
penempatan building membawa pada sebuah atmosfir
 Seperti nampak pada foto di atas, dari http://www.layoutbuilders.com/   ...Sebenarnya kita dapat mengarahkan atmosfir tersebut pada imaji-imaji yang kita inginkan, untuk nuansa lokal, kita bisa menghadirkan 'sesuatu' yang dapat mengartikulasikan ke-lokalan tersebut
usaha menghadirkan 'lokalitas' dari building - gaya arsitektur

atau mengangkat sesuatu yang vernakular untuk mempertajam artikulasi kehadiran lokalitas yang kita harapkan, membangun atmosfir dengan memadukan semua unsur pendukungnya

usaha membangun atmosfer lokal dari arsitektur rakyat (vernakular)
mengisi dunia mini dengan vegetasi (pohon pisang, vegetasi khas Indonesia)
jangan lupa mengangkat jemuran (laundry)

sudut lain, keterlibatan arsitektur dalam membangun semangat lokal pada dunia miniatur kereta api

SEKHILAF SEJARAH

setelah pembahasan tentang miniatur kereta api, kurang lengkap jika kita tidak mengintip kilas balik sejarah kereta api dan perkereta apian kita.
Telah banyak blog maupun situs yang mengupas tentang sejarah perkereta apian di tanah air, sehingga saya mencoba menyingkap sedikit saja dari sisi-sisi yang barangkali kurang ter-ekspos atau masih banyak yang perlu kita gali.
Di Pulau Jawa, kota Jakarta – Surabaya baru terhubung jaringan kereta api pada tahun1894 setelah jalur Maos dan Cibatu bisa diselesaikan.   Nederladsch Indischë Spoorweg Maatschappij (perusahaan swasta yang mempelopori pembangunan jaringan kereta api di Indonesia zaman itu) sudah kehilangan kendali atas jalur Batavia ~ Buitenzorg, praktis pengelola perkereta apian dari Batavia ~ Surabaya adalah perusahaan negara (waktu itu) Staatsspoorwegen.   Batavia – Surabaya terhubung dengan Jalur rel kereta api untuk pertama kali melalui Buitenzorg (Bogor) – Sukabumi – Bandung - Jogja dengan waktu tempuh tiga hari (pada waktu itu, kereta api masih belum diperbolehkan melakukan perjalanan malam hari).

stasiun Buitenzorg (Bogor) tahun 1927
Kereta Api baru diijinkan untuk berjalan pada malam hari, pada tahun 1918, setahun setelah diresmikannya jalur Cirebon – Kroya oleh SS.  Pembukaan jalur ini mempersingkat jarak Batavia – Surabaya sampai 44km  dan sejak itu rute perjalanan kereta Batavia~Surabaya dialihkan melalui Batavia (Jakarta) – Cirebon – Kroya – Yogya – Surabaya Kota untuk mempersingkat waktu tempuh, sehingga memungkinkan Batavia ~ Surabaya ditempuh dalam waktu 17 Jam.   Dan pada waktu itu, Batavia ~ Cirebon ~ Tegal ~ Semarang belum tersambung karena stasiun Cirebon (Kejaksaan) adalah stasiun Staatspoorwegen, sementara stasiun Cirebon Prujakan milik 'Semarang - Cheribonsche Stoomtram Maatschappij' (SCS Mij)
nampak dekat lokomotif Staatsspoorwegen di turntable stasiun Cirebon Kejaksaan
turntable di stasiun Cirebon Kejaksaan (1913~1916)
tampak Bangunan depan stasiun Cirebon Kejaksaan (1913~1916)
stasiun Cirebon Kejaksaan tahun 2013
Stopplaats Djrakah dan kereta SCS
sumber foto-foto lama dari KITLV.nl    http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/2?q_searchfield=scs

 mari kita melihat aksi lokomotif uap yang legendaris di Indonesia (Lokomotif C53) di http://aabandema.blogspot.com/2014/01/susunan-roda-lokomotif-uap.html

Artikel ini bersambung, dan selanjutnya dapat anda baca di http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-arsitektur-ruang_18.html

- terimakasih telah berkunjung ke halaman blog ini -

RUANG LINGKUP HOBBY MINIATUR KERETA API (MODEL RAILROADING)

 HOBBY MINIATUR KERETA API MELIPUTI

Hobby miniatur kereta api mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, apalagi jika kemudian pelaku hobby mengaplikasikan hobby tersebut pada sebuah wahana Lay Out.
Tak dapat dipungkiri, hobby miniatur kereta api (model railroading) ini akan melebar seperti nampak pada bagan berikut

dan pada aplikasi Lay Out dapat tergambarkan, kurang lebih sebagaiberikut :
tidaklah mudah bagi seorang pelaku hobby kereta api model untuk menjalani semua ruang lingkup tersebut secara lengkap, menyeluruh dan 'mumpuni', kecuali 'MiwuLa' http://www.miniatur-wunderland.de/...oleh karenanya, perlu bagi seorang pelaku hobby untuk memiliki konsep, visi dan misi atas hobby yang akan dijalaninya, sehingga tidak melebar kemana-mana yang pada akhirnya akan berujung pada frustasi.

berikut ada sebuah tayangan Youtube yang dapat menggambarkan, betapa luas hobby kereta api miniatur http://www.youtube.com/watch?v=kYmPUFOwmd8

LOKOMOTIF LOKOMOTIF MIRIP (2)

untuk type-type lokomotif di Indonesia, telah banyak dikupas di blog-blog yang lain
LANJUTAN PEMBAHASAN LOKOMOTIF LOKOMOTIF MIRIP DARI YUROP

LOKOMOTIF 'LUDMILLA' 
Seri DR (Deutsche Reichsbahn) 130 meliputi : DR Class 130 (DBAG Class230); DR Class 131 (DBAG Class 231), DR Class 132 (DBAG Class 232 diikuti Class 233, 234 dan 241 yang diproduksi dengan beberapa modifikasi Class 232)
dan DR Class 142 (DBAG Class 242), 
Lokomotif-lokomotif tersebut diproduksi oleh Uni Soviet di Luhansk, Ukraine mulai the 1970 keatas, untuk diimpor ke Deutsche Demokratische Republik (DDR/ Jerman Timur). DR 132 sempat menjadi tulang punggung diesel-diesel traksi di Jerman Timur. 
Setelah Jerman bersatu, Deutsche Bahn (DB AG) mewarisi lokomotif-lokomotif tersebut untuk dipakai sebagai freight locomotives. Deutsce Bahn AG merupakan perusahaan Kereta api Nasional terbuka di Jerman (seperti BUMN Tbk di Indonesia, di mana mayoritas pemegang saham adalah pemerintah Federal Jerman), berkedudukan di Berlin, sejak Jerman bersatu, pada 1994 merupakan penggabungan dari dua Perusahaan kereta api Jerman Barat (Deutsche Bundesbahn) dan Perusahaan kereta api Jerman Timur (Deutsche Reichsbahn). Antara tahun 1970 sampai 1982, mulai diproduksi lebih dari sekitar 700 unit lokomotif-lokomotif dengan nickname ‘Ludmilla’ yang juga dikenal sebagai Class 754, penamaan lokomotif-lokomotif ex Jerman Timur tersebut mengikuti nomenklatur lokomotif Jerman Barat, lokomotif ini menggunakan TRANSMISI ELEKTRIK. 

Class 130 asli memiliki dapur pacu 16 silinder turbo-charged, mensinergikan tenaga mesin diesel menjadi energi listrik untuk nose-suspended motor-motor traksi DC.

Lokomotif 'LUDMILLA' setelah memakai logo 'DB' (Deutsch Bahn) dengan penomoran baru


Ini adalah lokomotif  'LUDMILLA'  yang belum menggunakan logo 'DB' namun telah memakai nomenklatur Deutsch Bahn


Lokomotif 'Ludmilla' menarik rangkaian kontainer


Artikel Lokomotif-lokomotif mirip ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya, membahas tentang lokomotif 'kepala sempit' yang tidak kalah menarik http://aabandema.blogspot.com/2014/01/mengenal-lokomotif-mancanegara-yurop.html

LOKOMOTIF LOKOMOTIF 'LOLLO'


Lokomotif BR216 adalah lokomotif kelas V160, merupakan lokomotif Jerman Barat (Deutsche Bundesbahn), varian pertama dari seri lokomotif V160 dan merupakan kereta sedang (kelas medium) Beberapa unit BR216 ini kemudian menjadi lokomotif  DB AG class226 yang diretrofit dan dioperasikan oleh swasta

  Lokomotif ini pertama dibuat pada tahun 1956 (epoch III) oleh pabrik Krupp yang bekerjasama dengan Henschel dan Krauss-Maffei, sama dengan lokomotif Deutsche Bahn seri V200 yang telah dikupas sebelumnya.

miniatur lokomotif DB V216 'Lollo' buatan Brawa

 

aktris Italia Luigina "Gina" Lollobrigida yang menjadi julukan lokomotif BR216


Pada periode tahun 1964 ~ 1968 dibuat lokomotif ‘Lollo’ seri V160


Menggunakan dua mesin yang menghasilkan total tenaga 1600HP, lokomotif ini memiliki nickname : Lollo (untuk penggambaran artis Italia yang sedang beken saat itu : Luigina-Gina- Lollobrigida)  Lokomotif ini telah banyak yang dipensiunkan tahun 2004

model Lollo V160 (th 1968) buatan Roco

 LOKOMOTIF TAIGATROMMEL

Lokomotif 'Taigatrommel' adalah lokomotif diesel M62 -lokomotif dengan transmisi DIESEL ELEKTRIK buatan Uni Sovyet (Voroshilovgrad Locomotive Factory).

  Lokomotif ini dibuat pada periode waktu 1965~1994.  Lokomotif M62 merupakan lokomotif penarik barang (heavy freight locomotive) yang banyak dipakai di negara Blok Timur pada masa perang dingin, antara lain Kuba, Korea Utara dan Mongolia.  

Populasi lokomotif ini perlahan mulai menurun, karena dinilai boros bahan bakar dan pelumas.  Perusahaan pengelola Kereta api Hongaria (Raab-Sopron-Ebenfurter Railway) merupakan salah satu pengguna lokomotif jenis ini,..pada sekitar tahun 1972 Győr-Sopron-Ebenfurti Vasút, GySEV (sebuah perusahaan Kerjasama Austro-Hongaria) memesan enam lokomotif M62.9 dengan gauge standard (1435mm) untuk operasional di stasiun Sopron, lokomotif ini aktif sampai tahun 1996 sebelum dibesituakan.  

Model lokomotif M62 dari Roco

  Lokomotif M62 terbukti kurang mampu bersaing dengan lokomotif NOHAB M61,......dengan jarak tempuh Budapest ke Nyíregyháza, lokomotif NOHAB (M61) mampu menjalani rute pergi pulang tanpa mengisi bahan bakar, sementara lokomotif M62 telah kehabisan bahan bakarnya.  Di Jerman Timur, lokomotif M62 mendapat nama V200 yang kemudian menjadi V120.   Deutsche Reichsbahn mendatangkan 396 lokomotif jenis M62 ini dari tahun 1966~1978,...dan setelah Jerman bersatu (reunifikasi Jerman) lokomotif ini berubah nama menjadi Baureihe 220 (BR220)

 

Mari mengunjungi konten saya, tentang keterlibatan arsitektur dalam membangun atmosfir lokal pada miniatur kereta api di http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-arsitektur-ruang.html



- terimakasih atas kunjungannya -