Total Tayangan Halaman

Kamis, 30 Januari 2014

NAPAK TILAS STASIUN MEESTER CORNELIS



 MISTERI DUA FOTO


Stasiun paling ujung di Batavia Lama adalah Stasiun Kleine Boom (Pasar Ikan), kemudian kereta akan berhenti di Stasiun Batavia (Batavia Hoofdstastion) yang dulu lokasinya di sebelah Museum Seni Rupa dan Keramik sekarang ini. Stasiun selanjutnya adalah Sawah Besar, Noordwijk (Pintu Air), Weltevreden (Gambir), Pegangsaan, Meester Cornelis Passer, Pasar Minggu, Lenteng Agung, Pondok Tjina, Depok, Citajam, Bojong Gedeh, Tjilebut, dan Buitenzorg (Bogor).
stasiun Bogor (BUITENZORG)

 Artikel ini hanyalah pelengkap dari artikel-artikel yang pernah ada sebelumnya, yang masih membahas tentang sejarah perkereta apian di Indonesia.

Seperti halnya terjadi di kota-kota besar lain di Indonesia (Jawa) seperti kota Surabaya, Malang, Semarang, Yogya dan Bandung, di Jakarta kebanyakan stasiun kereta api dan halte telah dibongkar.  Stasiun-stasiun besar di Jakarta yang ada saat ini merupakan sebagian kecil, sisa dari kejayaan periode emas perkereta apian di tanah air (Jakarta).
Dari banyaknya stasiun yang bergeser, lenyap atau beralih fungsi, salah satu di antaranya adalah stasiun kereta api ‘MEESTER CORNELIS’

Wiki mencatat bahwa Meester Cornelis adalah Jatinegara saat ini ‘…..Meester Cornelis is de vroegere naam van Jatinegara (ook wel, Batinegara, Djatinegara, of Mester), een stadsdeel van Jakarta.’
Karena itu wajar jika orang mendengar nama stasiun stasiun kereta api ‘MEESTER CORNELIS’, asumsinya langsung mengarah ke stasiun kereta api ‘Jatinegara’ (JNG)


 
Stasiun Jatinegara

 Apa dan siapakh sebenarnya Meester Cornelis ?.....

Beberapa opini menyebutkan bahwa Cornelis merupakan anak keluarga kaya asal pulau Lontar, Banda, Maluku yang datang ke kawasan Jatinegara pada sekitar abad ke-17. Cornelis dikenal sebagai guru agama Kristen dan membuka sekolah pada 1635. Sosoknya yang terkenal bersahaja sebagai guru itulah yang membuat Cornelis disebut ‘Meester’ yang artinya adalah tuan guru oleh masyarakat sekitar.  http://jakarta.okezone.com/read/2012/02/17/502/577512/meester-cornelis-sosok-penting-jatinegara

Ada juga yang mengatakan :
Meester Cornelis adalah seorang tuan tanah.  Pada tahun 1656 Cornelis memperoleh sebidang tanah di Ciliwung (sekitar 5 kilometer persegi, 12 kilometer sebelah utara dari Castle of Batavia ).   Sebagai pemilik tanah dia menguasai wilayah tersebut sehingga diberi gelar ‘meester’. Tanah itu sendiri terutama digunakan untuk kehutanan.   Daerah Meester Cornelis berakhir sampai daerah militer di Senen berbatasan dengan jalan lebar dan karakter pedesaan.
“Het fort was genoemd naar Cornelis van Senen.  Het gebied waar het fort later gebouwd werd was in de zeventiende eeuw de woonplaats van de prinsen van het Sultanaat Bantam. De naam Jatinegara was afgeleid van Jatina Nagara, wat "de macht van de staat" betekende en de macht symboliseerde van de prinsen van Bantam tijdens hun gevecht met de machthebbers van de VOC. De plek werd later genoemd naar Cornelis van Senen, die in 1656 een stuk land verwierf bij de Ciliwung (ongeveer 5 vierkante kilometer, 12 kilometer ten noorden van het Kasteel van Batavia). Als landeigenaar kreeg hij de titel meester toebedeeld. Het land zelf was vooral in gebruik voor de bosbouw. Meester Cornelis werd na de dood van Senen een militaire plaats met brede wegen en een landelijk karakter.”


beberapa bangunan bergaya kolonial yang masih tersisa di kawasan MEESTER CORNELIS te Batavia


Pada foto-foto tua yang dapat kita jumpai di koleksi Troppenmuseum, koleksi KITLV dan beberapa situs yang lain, terdapat beberapa foto stasiun kereta api dengan nama : MEESTER CORNELIS



 foto lain dari stasiun Meester Cornelis
foto lain dari stasiun Meester Cornelis

Stasiun Manggarai Meester Cornelis
Stasiun Manggarai pun di koleksi Instituut voor Taal,-Land-en Volkenkunde (KITLV) dinamakan Meester Cornelis http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/1?q_searchfield=station+meester+cornelis

Stasiun Jatinegara tampak difoto dari udara, koleksi Tropenmuseum http://commons.wikimedia.org/wiki/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Luchtfoto_van_Meester_Cornelis_met_het_S.S._station_Batavia_TMnr_10014900.jpg  
sesuai dengan judulnya Luchtfoto van Meester Cornelis met het S.S. station Batavia  

BOEKIT DOERI PASAR


Setelah membaca beberapa literatur, menyilangkan informasi antar dokumen (cross check) foto, peta dan artikel, akhirnya saya tertarik untuk membahas sebuah stasiun yang dibangun oleh N.I.S (Nederlandsch Indischë Spoorwegmaatschappij) pada tahun 1872, stasiun tersebut adalah : BOEKIT DOERI PASAR  (dari buku Spoorwegstations op Java - tulisan : Michiel van Ballegoijen de Jong)


Stasiun Bukit Duri yang kini menjadi Depo KRL Jabodetabek menjadi sangat menantang, karena perkembangannya yang ajaib.
Oleh karenanya saya hanya mencoba menarik sebuah benang merah dari foto-foto lama yang berhasil dihimpun dari internet, artikel-artikel yang berhubungan dengan stasiun Bukit Duri yang sangat minim, membaca peta kuno (Batavia) koleksi Koninklijk Instituut voor Taal,-Land-en Volkenkunde  bertahun 1904,  mencocokkan dengan ‘google map’  dan melakukan survei ke lokasi.




Foto stasiun Boekit Doeri Pasar ketika masih baru dibangun oleh N.I.S



Berikut peta koleksi Koninklijk Instituut voor Taal,-Land-en Volkenkunde  bertahun 1904 yang diunduh dari http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/77?q_searchfield=meester+cornelis

terdapat dua titik dengan notasi yang sama : 'stasiun Meester Cornelis'

untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, saya bersama seorang teman https://www.facebook.com/pvngky?fref=ts   berusaha meng-'superimpose' foto lama dari Koninklijk Instituut voor Taal,-Land-en Volkenkunde  bertahun 1904 dengan pencitraan satelit 'Google maps' sebagai berikut





 namun hingga kini masih ada dua foto yang masih menjadi misteri, foto yang pertama saya dapat dari teman di atas, dan hanya ada tulisan tangan, terbaca : 'Batavia' di pojok kiri-bawah foto, tanpa kami ketahui tahun kapan foto diambil, serta di mana foto diambil
sebuah foto misterius, hanya bertuliskan: 'Batavia'
Foto misterius yang kedua, berasal dari koleksi 'Tropenmuseum
Foto koleksi Tropenmuseum dapat dilihat di http://commons.wikimedia.org/wiki/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_station_van_de_Nederlandsch-Indische_Spoorweg_Maatschappij_%28NIS%29_in_Meester_Cornelis_Batavia_TMnr_60025162.jpg

  REKONSTRUKSI KE LOKASI

Setelah melihat kedua foto tersebut, saya memutuskan untuk mendatangi TKP dan melihat sampai sejauh mana keanehannya :
Lokasi pengambilan foto dan rekonstruksi dari pencitraan 'Google maps'
 Titik 'D' adalah titik saya mengambil foto di bawah, dengan arah pengambilan sesuai dengan arah panah (warna merah), dan titik 'D1' adalah perkiraan fotografer masa silam mengambil foto 'Batavia' dengan sungai dan kereta kuda di atas, hanya ada 3 petunjuk pada foto 'loose' di atas


1.      Ada tulisan ‘Batavia’ di pojok kiri bawah foto
2.      melibatkan sebuah sungai yang besar
3.      melibatkan lintasan lengkung kereta api

Pengambilan foto dari titik 'D' pada gambar 'Google Maps' di atas

 benar-benar suasana yang jauh berbeda dan tak lagi dapat dikenali, namun dari penelusuran peta http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/77?q_searchfield=meester+cornelis 
di atas, saya berpedoman pada hal-hal sebagai berikut : 
 dari tulisan di kiri bawah, saya anggap foto berada di kota Jakarta (Batavia), kemudian dari lebar sungai pada foto, sepertinya tidak ada sungai yang lebih lebar dari Ciliwung di Jakarta; kemudian unsur yang ketiga adalah lintasan rel lengkung kereta api yang hampir sejajar sungai.  Dari foto peta KITLV, setelah saya telusuri mulai dari 'Kleine Boom' sampai stasiun 'Meester Cornelis' di bawah, hanya di lokasi tersebut yang posisi rel kereta api paling dekat dengan sungai, dengan jalur melengkung tidak ada lagi di tempat yang lain.

foto yang lain saya dapat dari koleksi KITLV dengan spot bagian belakang stasiun Bukit Duri yang merupakan stasiun terminus :  http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced?q_searchfield=station+meester+cornelis
foto bagian belakang stasiun terminus 'Bukit Duri' dari arah pandang seberang sungai Ciliwung


Stasiun Boekit Doeri Pasar (Meester Cornelis) dibangun N.I.S (1872) pada Meander sungai Ciliwung, oleh karena itu stasiun Boekit Doeri Pasar merupakan stasiun terminus (kop station).  Pada masa lalu, orientasi peradaban (ekonomi, sosial, teknologi dan kebudayaan) masih ke sungai, tidak seperti era masa kini, di mana orientasi menjadi ke jalan.  Perkembangan suatu daerah selalu dimulai dari pesisir pantai, kemudian masuk ke pedalaman (tempat yang lebih masuk) melalui sungai-sungai yang ada.  Bila anda ingin mengunjungi kota tua Semarang, dan miniatur kota 'KIRANGAN', silahkan meng klik link ini http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang.html yang bersambung ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_20.html dan di sini http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_21.html

Pada masa kini, Depo KRL Jabodetabek Bukit Duri (eks. N.I.S treinstation Meester Cornelis) menjadi langganan banjir karena posisi nya yang di meander Ciliwung, dan kondisi sungai yang sudah tidak seperti dulu lagi.

 
posisi stasiun N.I.S 'BOEKIT DOERI PASAR' di meander sungai Ciliwung

N.I.S waktu itu membangun stasiunnya di meander sungai Ciliwung sehingga stasiun tersebut merupakan stasiun 'terminus'.
Dari gambaran foto-foto pada masa itu, di sungai Ciliwung sekitar stasiun didirikan merupakan jalur transportasi logistik dan perdagangan yang utama.  Rumah-rumah penduduk serta toko-toko dibuat menghadap ke sungai, bukan ke jalan seperti pada zaman sekarang, sehingga alasan yang paling masuk di akal adalah,  stasiun ini :'BOEKIT DOERI PASAR'  ingin menjemput bola para pedagang dan penumpang yang lain justru di titik meander tersebut.  Penamaan 'BOEKIT DOERI PASAR' sendiri sebetulnya bisa memberi gambaran bahwa stasiun tersebut juga sebuah pasar, atau setidaknya berdekatan dengan pasar, di mana pasar sekarang karena kehidupan mulai berubah orientasi ke jalan, maka pasar bergeser ke 'Lapangan Roos' kurang lebih 700meter dari depo KRL Bukit Duri (ex. stasiun BOEKIT DOERI PASAR)
Dengan posisi nya sekarang di meander sungai Ciliwung, maka eks stasiun 'Boekit Doeri Pasar' yang telah menjadi depo KRL Jabodetabek menjadi langganan banjir dari tahun ke tahun 
Depo eks. stasiun 'Boekit Doeri Pasar' terendam banjir hampir setiap tahun sekali
pada waktu saya mengambil foto tanggal 29 Januari 2014, banjir di sekitar stasiun sudah lebih 'mending' daripada foto di atas
Depo KRL Bukit Duri (eks stasiun 'Boekit Doeri Pasar') berada di kanan dari foto


sebuah foto lain saya ambil pada arah berlawanan dengan foto di atas, untuk mendapatkan angle yang kurang lebih sama dengan sebuah foto di masa lampau
http://galleryplus.ebayimg.com/ws/web/300580372588_1_0_1/1000x1000.jpg  lebih memperlihatkan suasana sibuknya sebuah 'PASAR'
depo Bukit Duri berada di sisi kiri foto, sama seperti foto di atasnya


Foto kedua
Foto dari koleksi Tropenmuseum di atas, http://commons.wikimedia.org/wiki/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_station_van_de_Nederlandsch-Indische_Spoorweg_Maatschappij_%28NIS%29_in_Meester_Cornelis_Batavia_TMnr_60025162.jpg berjudul :


Het station van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) in Meester Cornelis Batavia - yang agak membuat bingung adalah : arah orientasi foto, dan adanya lintasan berbelok yang menjauhi bangunan yang nampak seperti DEPO tersebut.
Bila melihat posisi peta DEPO stasiun Jatinegara yang ada saat ini, maka arah belokannya adalah kebalikan dari foto di atas 
posisi belokan terhadap bangunan DEPO JNG, kebalikan dari foto di atas

untuk itu saya mencoba masuk ke dalam Depo KRL Bukit Duri, memanfaatkan kondisi yang pada saat ini sedang banjir (ini adalah sebuah tindakan pelanggaran hukum)
Situasi di dalam Depo KRL 'Bukit Duri'
rumah sinyal dalam Depo KRL 'Bukit Duri'

dekat gerbang masuk depo Bukit Duri, kanan dari arah Manggarai

masuk memanfaatkan celah pagar yang terbuka

sungguh aneh, jika melihat foto yang sekarang, serta membandingkannya dengan foto yang lama, pada foto yang lama, apabila rel yang belok ke arah kiri bidang foto tersebut diteruskan arahnya, maka itu akan menabrak kompleks gedung SMA Negeri 8 Jakarta yang sekarang (perhatikan di foto Google map)



Turn Table (meja pemutar arah lokomotif) sudah tidak ditemui jejaknya di dalam depo KRL 'Bukit Duri' (untuk stasiun type 'terminus' di jaman belum ada lokomotif dobel kabin keberadaan turn table sangat diperlukan/ urgent)


dan untuk melihat bagaimana keadaan di belakang, sebagai pembanding foto yang lama, saya mengambil gambar dari titik 'K'; 'L' dan 'M' sementara posisi juru foto pada foto yang lama, saya perkirakan berada pada titik 'M1'
'BOEKIT DOERI PASAR' tampak di foto dari seberang meander sungai Ciliwung
Peta Google dan perkiraan 'M1' terhadap pengambilan foto saya
titik 'K' -gang kecil di antara depo (kanan) dan Ciliwung (kiri)


titik 'L' -Posisi muka air banjir terlihat di belakang bawah kursi

titik 'M' tiang Catenary terakhir, ujung terminus depo 'Bukit Duri'

titik 'N' tiang Catenary terakhir pada jarak agak jauh - persis di belakang pos Polisi SubSektor Bukit Duri

Menurut peta tahun 1910 ini, stasiun Manggarai belum ada, begitu pula jalur kereta api dari Manggarai ke stasiun Jatinegara. 
http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/77?q_searchfield=meester+cornelis


Jembatan ini belum dibangun pada saat peta dibuat
 terlihat sebuah rangkaian (Eendaagsche Express) dihela lokomotif C-53, dengan perkiraan tahun 1930~1935 karena terlihat tiang-tiang catenary untuk KRL BonBon sudah ada di sepanjang tepi rel.  foto di atas diambil dari : http://mikes.railhistory.railfan.net/r160.html

 Anda saya persilahkan berkunjung ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/pengenalan-lokomotif-uap.html untuk mengenal lebih dalam tentang lokomotif uap, dan sedikit sejarah

Stasiun Manggarai diresmikan penggunaannya pada tanggal 1 Mei tahun 1918 dan diperkirakan jalur Manggarai ke stasiun Meester Cornelis Staatsspoorwegen (JNG yang sekarang) juga baru selesai dibangun pada tahun-tahun tersebut.

Foto di lokasi yang sama, diambil pada tanggal 29 Januari 2014



 Stasiun Manggarai baru dibangun pada tahun 1907 menggantikan stasiun kedua Meester Cornelis NIS yang didirikan tahun 1872, yang terletak beberapa ratus meter ke arah selatan dengan titik temu di Bukit Duri dan berakhir menjadi jalur kecil ke Bukit Duri Pasar, di mana sebelumnya stasiun pertama Meester Cornelis NIS terletak dan sekarang menjadi Depo KRL.
Stasiun Manggarai dibuka tanggal 1 Mei tahun 1918, jalurnya bercabang ke Meester Cornelis berlanjut Bandung dan jalur lingkar ke Tanah Abang. Pembangunannya ditangani oleh van Grendt. (source : Wiki)


 
masa pembangunan stasiun MRI
 foto pembangunan stasiun Manggarai (MRI) yang ada pada koleksi KITLV http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/start/4?f_trefwoord[0]=railway+stations diperkirakan berada pada tahun 1918

pembangunan stasiun MRI (koleksi Tropenmuseum - dilihat dari arah pintu air yang sekarang

Stasiun MRI foto Desember 2013 dengan sedikit cabe

Stasiun Manggarai - Meester Cornelis - Desember 2013




19 komentar: