SKALA SEJUTA UMAT
Artikel ini merupakan kelanjutan dari post yang lalu SKALA ≠ GAUGE sehingga bagi anda yang ingin membacanya, saya persilahkan ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/skala-gauge.htmlIni mengenai kondisi hobby miniatur kereta api di Indonesia,
Wiki menyebutkan bahwa Model railroading adalah
hobi yang memiliki
diversitas tertinggi di dunia. Hobby ini mencakup berbagai disiplin ilmu termasuk
sejarah, teknik, pertukangan, pengkabelan dan sirkuit, digital command control (DCC), suara dan pencahayaan,
lukisan, airbrushing, ilmu bahan untuk membuat struktur, medan dan
pemandangan.
Di dalam hobby miniatur kereta api, pilihan harus ditetapkan, tidak ada kereta api miniatur yang bersifat umum, terutama tentang SKALA dan SISTEM pengendalian.
Pada awalnya, pabrik pembuat mainan kereta api tidak terlalu menghiraukan skala. Seiring perkembangan waktu, mainan kereta api miniatur mulai berkembang menjadi sebuah hobby. Dari penikmat hobby yang awalnya hanya segelintir orang, semakin lama semakin bertambah banyak, sehingga pelaku hobby dan beberapa produsen bersepakat untuk menetapkan standard dalam hobby miniatur kereta api ini. Standard tersebut, termasuk di antaranya adalah mengatur mengenai skala http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kopler-pada-miniatur-kereta-api.html
Ada banyak skala dalam hobby miniatur kereta api ini - sebagaimana orang yang hendak bepergian, dan antri di depan loket, maka petugaspun akan menanyakan : kemana arah tujuan, maka pehobby miniatur kereta api harus menetapkan dahulu, hendak bermain di skala apa.
Tidak ada miniatur kereta api yang bersifat general untuk skala, sebagaimana orang di depan loket tidak bisa mengatakan :"saya ingin pergi sesuka hati saya" - atau "tujuannya suka-suka deh" maka dalam hobby miniatur kereta api ini pun sama, tidak ada miniatur kereta api itu yang skala-nya umum, skala campursari atau skala campuran,...maka pelaku hobby harus menetapkan sebuah pilihan
![]() |
divergensi dalam hobby miniatur kereta api, pelaku hobby harus menetapkan sebuah pilihan |
Pelaku hobby miniatur kereta
api (model railroader) menjadi pendongkrak bisnis miniatur kereta
api saat
mereka mulai menciptakan Lay out impiannya. Baca juga ulasan artikel http://aabandema.blogspot.com/2014/01/ruang-lingkup-hobby-miniatur-kereta-api.html

perbandingan skala, gambar diunggah dari http://modeltrainshq.org/wp-content/uploads/2012/02/Z-Scale-Model-Trains.jpg
Skala HO
merupakan skala yang paling populer - (1:87) atau 1/87th ukuran obyek/
benda yang sebenarnya. Demikian juga untuk kondisi di Indonesia, oleh karena itu sub judul di atas adalah : 'SKALA SEJUTA UMAT', yang dimaksudkan adalah skala HO.
Tersedia di pasar merk-merk
seperti : Atlas, Athearn, Bachmann, Mantau, Model Power, MTH, BLI Broadway Unlimited,
Walthers, Frateschi untuk merk-merk
Amerika, dan Roco, Fleischmann, Piko, Mãrklin, Lima, Kato (bersama Jepang), Liliput, Heljan, Hornby,
Rivarossi, Trix untuk merk Eropa atau non-Amerika dan masih banyak yang lainnya. Secara objek kereta api dan
bangunan-bangunannya, skala HO tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Namun bila dilihat ruangan yang harus
disediakan, skala HO sebenarnya skala yang masih cukup besar untuk ukuran
sekarang di mana sudah sulit mendapatkan tempat yang cukup longgar.
![]() |
perbandingan skala, gambar diunggah dari http://modeltrainshq.org/wp-content/uploads/2012/02/Z-Scale-Model-Trains.jpg |
MENGAPA JEPANG BERBEDA ?
Ukuran skala HO memang agak sulit
bagi kebiasaan kita di Indonesia, dibandingkan dengan skala metric seperti
1:10; 1:25; 1:50; 1:100 dan seterusnya.
Penyebut 87 membuat angka decimal
di belakang koma menjadi sangat rumit untuk kita yang terbiasa hidup di alam
unit metric. Ukuran standard yang kita
pelajari sejak kecil adalah ukuran metric, dari cm hingga km. itulah kenapa skala HO dan skala N di Jepang
berbeda dengan skala HO dan N yang ada di Eropa.
Bila skala HO di Eropa adalah
1:87 maka di Jepang memakai skala HO 1:80
ini sedikit lebih bongsor daripada skala HO di Eropa dan Amerika. Bila skala N di Eropa adalah 1:160 maka di
Jepang memakai skala N 1:150 ini juga sedikit lebih besar dibandingkan dengan
skala N Eropa dan Amerika. Lalu apa hubungan Jepang dengan Indonesia
? Ini karena Jepang (**seperti Indonesia) adalah Negara penganut
unit metric yang sangat konsisten, sehingga mereka membuat standarisasi sendiri
untuk produksi miniatur kereta model mereka.
Bedanya kalau kita masih kurang
konsisten daripada Jepang.
Skala 1:80 misalnya, secara decimal
untuk metric unit pasti lebih simple daripada ukuran pecahan 1:87.
MARI BERHITUNG
Di skala 1:40 misalnya, maka 10cm pada skala
1:40 itu sama dengan = 4meter dan 5cm di
skala 1:40 sama dengan= 2meter ini untuk
menjadikan skala 1:80 tinggal mengali 2 saja karena skala 1:80 adalah ½ nya
1:40. Sehingga untuk percontohan di
atas, 10cm pada skala 1:40 itu= 4meter dan di skala 1:80 itu=8meter. Sedangkan 5cm di skala 1:40 sama
dengan=2meter, maka di skala 1:80 sama dengan = 4meter.
Untuk mencari 1meter di skala
1:80 adalah 5cm:4 = 1,25cm ini bulat, tidak seperti pembagian skala 1:87 Eropa
dan Amerika, di mana 1meter adalah 1,149425287356322cm (bandingkan angka di
belakang koma)
Namun bagi negara-negara di mana
mereka terbiasa dengan satuan panjang Yard, kaki(feet) hingga inchi, pembagian
1/87 lebih mudah mereka temukan.
Untuk perbandingan, di skala HO
(1:87) satu meter panjang di dunia nyata adalah 87cm. di dunia skala HO dan
160cm. di dunia skala N (1:160)
Artinya, jika kita hendak membuat
jalur sepanjang 1kilometer di dunia skala HO (1:87) kita akan memerlukan panjang
sebagai berikut : 1kilometer = 1000meter dimana setiap 1meter dalam skala HO
setara dengan 87cm maka kita harus
mencari padanan 1meter pada skala HO (**karena 87cm belum 1meter) nah panjang
1meter pada skala HO adalah 100:87 = 1,149425287356322cm sehingga untuk mencapai
1kilometer (1000meter) = 1,149425287356322cm
x 1000 = 1149,425287356322cm (ini sama dengan
11,49425287356322meter karena 1meter adalah 100cm; dibulatkan menjadi 11,5 meter)
Kita ikuti skala N untuk Eropa (1:160)
Pada skala N 1kilometer =
1000meter. Dalam skala N (Eropa) 1meter
adalah 0,625cm (didapatkan dari 100:160 karena 1meter adalah 100cm) sehingga untuk mencapai panjang 1km untuk
skala N (1:160) tinggal dikalikan 1000 adalah 625cm. atau 6meter lebih 25cm.
berikut perbandingan model 'N' scale terhadap jari manusia
![]() |
gambar skala 'N' diambil dari http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7b/Nscaletrackforsize.jpg/1280px-Nscaletrackforsize.jpg |
Wah, ternyata dunia kereta api ada disini...
BalasHapusterimakasih atas kunjungannya, Fotonia Lokasia
BalasHapussalam, ternyata memang skala Agung craft bukan 1/87. sudah saya hitung pakai jangka sorong lebar, tinggi, panjang, jarak antar pivot bogi, skalanya tidak seragam: antara 1/81 sampai 1/72. Jadi mungkin lebih dekat dengan skala HO Jepang. tetapi lebar spuur dan tinggi couplernya tetap pakai skala HO international, suppaya tetap bisa mluncur di track HO 16,5 mm kan?
BalasHapusbenar sekali nashiruddin haramaini,....saat ini kita belum bisa memainkan skala kereta api Indonesia yang benar-benar mewakili seperti real-nya,....karena jika pun ada,...format skala model yang lain, ga bisa ikut bermain - terimakasih banyak ya,...sudah berkunjung ke mari
BalasHapusTanya dong om...dummy agung craft itu cocok sama rel apa selain rk? Atau harus ngakalin boogie biar sesuai?
BalasHapusMau tanya tau ada yg bisa servisnya gak untuk pembersihan debu di permukaan rel dan skitar baangunannya..
BalasHapusTrimakasih
Mau tanya donk om. Dmana miniatur tersebut harus xi bersihkan dr debu serta kotoran . Bagaimana cara say agar bs dpt nomor contak yg bs d hubungi agar bs saya gunakan sbgai jasa pemberdihan miniatur yg murah dan hatiti?
BalasHapusTerimakasih.
Hub saya di .
081262676757
Akhirnya aku mendapatkan tukang service lokomotif, semoga hasilnya bagus.
BalasHapus