Total Tayangan Laman

Jumat, 24 Januari 2014

CURVE PADA SKALA HO

APAKAH CURVE ?

Curve adalah lintasan tidak lurus, atau lintasan lengkung pada jalur miniatur kereta api

CURVE SEJUTA UMAT 

Di dalam pasar perlengkapan hobby miniatur kereta api yang umum di tanah air Indonesia raya tercinta ini, ketersediaan track curve untuk SKALA HO (1:87) adalah 18" (terbacanya 18inch) ; 22" (terbacanya 22inch) dan 24" (terbacanya 24inch).
Perlu saya jelaskan di sini bahwa mungkin ketersediaan track curve yang ada di pasar luar negeri lebih berragam daripada yang ada di sini, dan yang saya maksudkan dengan sub judul di atas, 'curve sejuta umat' pada skala HO adalah curve dengan RADIUS 18" (curve 18inch) mengapa ?
Track curve 18" menjadi favorit sobat kamoder tanah air Indonesia raya karena track ini paling menghemat ruangan, sehingga ketersediaan di seller-seller (sebutan untuk penjual perlengkapan hobby miniatur kereta api dan miniatur-nya di Indonesia) yang paling banyak, dan hampir selalu pada kondisi READY STOCK adalah track curve 18"  (terbaca 18inch)_ tanya sendiri dijawab sendiri

Untuk mulai merencanakan sebuah Lay Out, kita perlu memperhatikan track curve yang akan kita 'lay down' atau kita letakkan pada Lay Out kita, dengan parameter jenis mini kereta api yang hendak kita jalankan.
Jika ekspektasi kita menjalankan lokomotif-lokomotif jenis panjang atau gerbong-gerbong panjang, saya menyarankan untuk menghindari pemakaian track curve sejuta umat (18")   mengapa ?
Karena beberapa tipe mini(model) lokomotif dan gerbong tertentu mensyaratkan radius curve yang lebih besar dari 18"  daripada teman-teman nanti kecewa, lokomotif atau gerbongnya tidak bisa dijalankan._ tanya sendiri dijawab sendiri

 Di samping jenis kereta yang akan kita jalankan, ketersediaan tempat atau ruangan yang nantinya akan kita bangun Lay Out, dan bagaimana bentuk Lay Out yang kita angan-angankan, turut mempengaruhi pemilihan radius curve track

langsung saja pada ilustrasi
diagram curve track

Kita akan membaca ukuran radius (jari-jari) curve track pada angka yang tidak familiar di lingkungan kita, karena sejak dari SD kita mengenal satuan metrik (centimeter, meter, kilometer) sedangkan ukuran curve track yang kita baca adalah 'inch' (kita membacanya inci)
Sehingga pada diagram di atas, saya berikan guidance (tuntunan) agar sobat kamoder dapat langsung memahami dalam ukuran lazim kita (centimeter)
Sebagaimana tampak pada gambar di atas, garis lintasan lengkungan diperhitungkan dari tengah-tengah track (rel) atau lintasan.  Lebar lintasan (gauge) standar di skala HO adalah 16,5 milimeter sehingga as lintasan ada di titik 8,25 milimeter (dari rel terdalam dan rel terluar)
Untuk membuat sebuah miniatur (model) rangkaian kereta api (atau lokomotifnya saja) berbalik arah 180 -dalam konteks jalur memutar - dibutuhkan curve track satu diameter lingkaran, yang itu artinya 2x radiusnya yang tertera dalam angka penyebutan jenis curve track.  (tidak berlaku pada kasus meja putar arah/ turn table)
Singkatnya : diameter adalah 2x radius  (**karena kita mengenal ukuran track dari RADIUS)  ukuran 18"; 22" atau 24" menyatakan radius, BUKAN diameter.

Hobby miniatur kereta api memang sebuah hobby yang penuh dengan standard, sebagaimana dalam dunia Teknologi Informasi (IT) - tidak semua aspek bisa kita buat sesuka hati kita, sesuai selera dan semau-maunya kita


FLEX-track

MEMANG

di samping menggunakan curve track fix, - yang biasanya diistilahkan dengan 'curve SNAP track' -kita dapat pula membuat sebuah lintasan lengkung dari FLEX TRACK, namun tetap kita harus memperhatikan pedoman radius minimum yang dipersyaratkan. (Flex track merupakan lintasan lurus yang bisa kita belok-belokkan sesuka hati kita -    **syarat dan ketentuan berlaku).
Jika kita hendak menggunakan Flex track ini untuk membuat sebuah curve, maka kita harus mempersiapkan mal jalur dengan radius yang sesuai dengan persyaratannya.
curve SNAP track
 Curve (snap) track sejuta umat adalah curve 18" seperti sudah saya kupas di atas, saking banyaknya ketersediaan curve radius 18" ini, para sobat kamoder Indonesia menobatkannya sebagai CURVE STANDARD, padahal pengertiannya bukanlah curve standard yang sebenarnya, melainkan curve yang jamak dipakai (oleh karenanya saya menjuluki dengan 'curve sejuta umat')

 Sebuah rangkaian model (miniatur) kereta api, akan lebih indah apabila dijalankan pada sebuah Lay Out, karena mereka dapat beraksi sebagaimana layaknya kereta api yang sesungguhnya.
Yang pertama kali terpikir ketika akan menyentuh sebuah Lay Out adalah : suasana.
Lay Out dalam permodelan kereta api, merupakan sebuah lahan (wahana) yang memungkinkan sebuah atau lebih rangkaian miniatur kereta api berjalan, berlenggang-lenggok, mendaki-menurun sebagaimana layaknya kereta api yang sesungguhnya.  http://aabandema.blogspot.com/2014/01/tentang-diorama.html









yang perlu kita perhatikan pula adalah bagaimana kita merencanakan penempatan curve-curve tersebut
perletakan curve membentuk figure 'S' - rawan membuat rangkaian putus (decoupling) dan tergelincir


perhatikan curve track yang melibatkan lintasan ganda (double-track)

dari atas akan nampak seperti ini

anda perlu memperhatikan overhang lokomotif dan gerbong (dan atau rolling stock) nya seperti dapat anda lihat di http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kopler-pada-miniatur-kereta-api.html

nah, syarat apa saja yang harus diperhatikan, berapa ruang minimum antar track (lintasan) agar rangkaian-rangkaian miniatur yang berjalan berpapasan tidak saling berserempetan dan senggol-senggolan ?



anda dapat pula melihat berapa ukuran ruang bebas yang dibutuhkan oleh suatu rangkaian kereta api, sehingga kita tidak semberona, seenak-hati, semau-maunya membuat lintasan ganda, membuat tanjakan dan tikungan,....seperti bagaimana kita hidup di dalam masyarakat yang luas, bersama-sama dengan banyak orang dan banyak kepentingan, semua itu ADA ATURANNYA

kebutuhan ruang bebas pada sebuah rangkaian kereta api









beberapa diagram memang saya unggah dari standar kereta api sebenarnya, jadi untuk mengkonversi ke dalam skala HO atau skala yang lain, dapat anda lakukan sendiri.

mari sejenak kita berkunjung ke kota KIRANGAN http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang.html

mari kita melihat aksi lokomotif uap yang legendaris di Indonesia (Lokomotif C53) di http://aabandema.blogspot.com/2014/01/susunan-roda-lokomotif-uap.html

- terimakasih telah sudi berkunjung di halaman blog ini -

3 komentar: