Total Tayangan Laman

Senin, 20 Januari 2014

KOTA KIRANGAN dan KOTA SEMARANG

ANTARA ADA dan TIADA (between absence and presence)

Sebenarnya kota 'KIRANGAN' merupakan fictional place dan kota Semarang adalah kota yang real, dapat kita kunjungi, sehingga hubungan antara dua kota menjadi antara ada dan tiada.
Tiada hubungan karena memang berbeda dunia dan berbeda skala, kota 'Kirangan' berada pada skala 1/87 dan kota Semarang berada pada skala nyata.   Karena blog ini mengupas tentang miniatur kereta api, maka tidak dapat dilepaskan dari kereta api yang sesungguhnya, dan tidak terlepas dari kota kelahiran jaringan transportasi moda KERETA API yang ada di Indonesia, yang dibuka secara resmi pada tanggal 10 Agustus 1867, menghubungkan kota SAMARANG (=sekarang Semarang) menuju TANGOENG (=sekarang Tanggung) di mana pencangkulan pertama diresmikan oleh Gubernur Jenderal Ludolph Anne Jan Wilt Baron Sloet van Beele.
pembukaan Halte 'Tangoeng' perjalanan kereta api pertama kali di tanah Jawa (Indonesia)
 perjalanan ke Semarang, pada suatu hari di bulan November 2013 yang baru lalu, tertambat pada sebuah pemandangan di kawasan kota lama Semarang, yang kemudian saya dengar bernama : OUDSTADS SAMARANG
perkenalan pertama, sebuah pohon
di depan gedung ini saya tertegun pada sebuah pohon, dan belakangan saya tahu bahwa pohon ini tumbuh di bekas salah satu menara kubah gedung 'Nederlandsch Indischë Cultuur Maatschappij der Vorstenlanden'
Bagi anda penggemar miniatur kereta api mancanegara Eropa, anda dapat berkunjung ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/mengenal-lokomotif-mancanegara-yurop.html   dan ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/lokomotif-lokomotif-mirip-2.html


sekarang kita kembali ke kota Kirangan, di mana saya berusaha memberikan sentuhan lokal, agar terasa atmospher Indonesia-nya
kios kota KIRANGAN
di mana ada sebuah masa di negara kita, di kota-kota kecil maupun kota besar, banyak dijual di kios-kios pinggir jalan, galon air mineral dan tabung elpiji 3kg yang mungkin tidak kita jumpai di negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia, Tahiland, Singapura, Philipina, apalagi negara jauh seperti Jepang, Korea, negara-negara di Eropa dan Amerika, dan itupun pada tahun 1990-an masih belum ada !

nahh......kembali lagi ke kota Semarang, setelah mengambil foto tersebut, kemudian saya mengambil foto pohon beserta bangunannya dari sisi yang lain
pohon di atas reruntuhan gedung NIC der Vorstenlanden diambil dari depan gedung 'Spaarbank'
ketika sedang asik motret di depan gedung ini, tiba-tiba ada seorang opa-opa negur :"kamu tau itu gedung apa ?"........dari situ lalu beliau bercerita........kemudian opa tanya saya darimana,.....setelah tau saya dari Matraman di Jakarta, beliau bercerita dulu pernah bekerja di Jakarta selama 8 tahun di belakang Universitas Indonesia di Salemba, di 'Hatta Foundation' milik alm. Proklamator Muhammad Hatta.  Belakang kantor beliau adalah rumah kediaman kakak dari gubernur Ali Sadikin yang pada waktu itu masih menjabat.  Saya sempat terbengong-bengong,....bengong karena sebuah perjumpaan yang sangat mengejutkan, seorang opa yang asing bagi saya, di tempat yang asing,.....saya masih ingat ketika beliau berkata : "KAMU HARUS FOTO ITU SEMUA".......dalam hati kecil saya geli :..."lha gila apa...?!?!......gak sudi banget"......apalagi saya melihat suasananya yang kumuh.  Sayang sekali ketika saya bertanya :"Om siapa namanya ?"......buru-buru beliau pergi sambil tangannya digerak-gerakkan......sungguh sebuah perjumpaan paling ANEH dalam hidup saya.  
sebuah gedung berusia lebih seabad, perjumpaan dengan 'Opah'


kemudian setelah perjumpaan itu, saya mengambil beberapa foto di kawasan kota tua  
belakangan saya juga baru tau kalau ini hasil karya maestro Arsitek Prof. 'Schoemaker'
Setelah gugling dan mencari keterangan di sana-sini, saya baru ngeh kalau lokasi di mana saya bertemu dengan Opah itu di Hoogendoorpstraat, dan sekarang namanya Jl. Kepodang di kawasan Oudstadt Samarang

Dan bagi anda penggemar sejarah perkereta apian di Amerika Serikat, anda dapat berkunjung ke http://aabandema.blogspot.com/2014/01/sejarah-kereta-api-amerika-yuwes.html   

untuk yang penasaran dengan lokomotif uap, anda bisa membuka http://aabandema.blogspot.com/2014/01/susunan-roda-lokomotif-uap.html     


Kembali lagi ke pedalaman kota Kirangan, selain miniatur atmosfer kota mini, saya juga menyukai type kendaraan-kendaraan yang dulu hadir di masa kecil, dan sekarang telah menjadi sesuatu yang jadul, vintage, retro, heritage,....atau apalah.........
narsis para lansia di kota KIRANGAN
Wisata Jadul Kirangan dari sudut yang lain
Artikel selanjutnya dapat anda baca di http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_20.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar