Total Tayangan Laman

Kamis, 06 Februari 2014

NAPAK TILAS SEJARAH MINIATUR KERETA API

DARI KERETA API, MENJADI MAINAN


Tidak pernah ada miniatur dan mainan kereta api jika tidak ada kereta api yang nyata.  Pada kenyataannya,  mula-mula beberapa 'model' dari lokomotif dibuat sebagai alat promosi untuk penjualan setiap inovasi baru dalam perkereta apian, dan selanjutnya beberapa di antaranya kemudian mungkin telah diproduksi untuk  mainan (barang hoby miniatur kereta api).
Tidak pernah ada miniatur dan mainan kereta api jika tidak ada kereta api yang nyata


Jika kita berorientasi pada ‘peradaban kereta api’: the Liverpool and Manchester Railway 15 September 1830,periode waktu tersebut berada di akhir era Gregorian di Inggris, dan menjelang dimulainya era Victoria, yang lebih popular dengan ‘era Victorian’ yakni 1837~1901.
Dapat dikatakan dimulainya sejarah miniatur kereta api, terjadi tidak jauh dari waktu di mana George dan Robert Stephenson merancang Lokomotif uap generasi pertama yang tercatat di dunia.  
 
the Liverpool and Manchaster Rilway - 15 September 1830

 Sejarah miniatur kereta api, diawali dari sebuah mainan tiruan lokomotif uap yang dikenal secara luas sebagai Birmingham dribblers atau carpet railway.   Di masa-masa Victorian (era Victorian adalah 1837~1901), mainan dan Model lokomotif kereta api mencakup dalam beberapa kategori - ada mesin uap hidup yang mahal dan hanya dapat dimiliki oleh kalangan bangsawan.  Gambar di atas diunduh dari : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f6/Opening_Liverpool_and_Manchester_Railway.jpg 
  Daya tarik model-model kereta api dalam segala bentuk, ukuran dan bahan, kebanyakan berupa ‘penny toys’ dan tin toys lalu kemudian mainan yang digerakkan pegas putar.   Mainan miniatur kereta uap dan mainan yang digerakkan pegas putar (clockwork engines) dapat dimainkan di lantai, atau lintasan trek sederhana sesuai dengan keinginan pengguna, namun miniatur kereta api masih belum ‘real sense’ (mirip sekali dengan aselinya).  

contoh mainan yang terbuat dari tin plate (tin toys) dengan operasi clock work (memakai pegas yang diputar)
 Birmingham dribblers (kadang-kadang disebut Birmingham piddlers) atau karpet railways diklaim sebagai kereta api model yang pertama kali ada di dunia.   Ini adalah sedikit keliru, karena Birmingham dribblers memang merupakan miniatur dari lokomotif uap ‘the Rockets’ (1829) yang benar-benar berjalan sesuai sistem lokomotif uap sesungguhnya, namun lokomotif Birmingham Dribblers hanya berjalan di lantai dan tidak di atas track (lintasan) sebagaimana layaknya kereta api.   Beberapa pengembangan dari Birmingham Dribblers, membuat roda depan yang steerable sehingga mereka bisa berjalan dalam lingkaran tanpa track.   Birmingham dribblers pertama kali muncul pada 1840-an dan menjadi sangat populer dengan nama model/ mainan kereta api Victorian
tradisi mainan/ miniatur kereta api paling tua : Birmingham dribblers (CARPET RAILWAYS)
 Kebanyakan miniatur (mainan) dibuat oleh negara Jerman.  Kemudian jenis-jenis miniatur lokomotif uap mulai dikembangkan oleh pabrikan Inggris dan Perancis

Pabrikan Amerika memperkenalkan bahan besi tuang (die cast) untuk menggantikan bahan timah ‘tin toys’.
Birmingham dribblers merupakan miniatur lokomotif uap yang sangat sederhana, biasanya terbuat dari bahan kuningan ,  dengan sepasang silinder berosilasi yang sangat sederhana, sebagai penggerak roda utama.   Pada dasarnya, silinder-silinder itu hanyalah boiler yang dipasang pada roda,  dan kadang-kadang diberikan dekorasi sederhana (biasanya band lacquer).    Mainan kereta-keretaan ini tidak menggunakan track.  Boiler-nya diisi penuh dengan air,  lalu tungku dinyalakan, dan ketika tekanan uap sudah cukup,  lokomotif itu diletakkan di atas lantai dan dilepaskan begitu saja sampai airnya atau bahan bakar habis atau keretanya menabrak perabotan.  Banyak kejadian, beberapa kereta itu meledak,  sehingga kemudian dibuatkan katup pengaman yang sederhana.
Pada masa itu mainan kereta-keretaan tersebut dengan cepat memperoleh julukan Birmingham dribblers (atau kadang-kadang "Piddlers"), karena sebagian besar dari mereka dibuat di Birmingham , Inggris.   Mainan Piddlers ini juga memiliki kelemahan meninggalkan jejak air di belakang mereka ketika sedang melaju di lantai.   Banyak juga yang mencoba mencampur bahan bakar yang digunakan untuk kompor, sehingga menimbulkan banyak insiden kebakaran yang disebabkan oleh lokomotif menabrak furnitur dan terjungkir-balik sehingga bahan bakar tumpah di lantai dan mengobarkan api.   Semakin lama dengan perkembangan teknologi, pada mainan ‘Piddlers’ ini mulai ditambahkan detail-detail hiasan, seperti balok kayu penyangga, buffer dan peluit uap.

 Periode Märklin
Tonggak bersejarah miniatur kereta api adalah peluncuran Märklin di tahun 1891, merupakan miniatur kereta api dengan sistem lengkap yang pertama.   (dibuat seperti sistem kereta api yang sesungguhnya, seperti yang sekarang kita mainkan).   Tidak seperti produk-produk miniatur kereta api sebelumnya (yang benar-benar berupa mainan) - Märklin memperkenalkan rangkaian-rangkaian dengan gauge standar (seperti kereta api sesungguhnya), disajikan lengkap dengan komponen track yang dengan mudah dapat disusun, dan berbagai lokomotif, rolling stock dan aksesoris untuk memadukan komponen-komponen tersebut.  
 
pada awal-awal, produksi Märklin masih lebih mirip mainan, meskipun sudah berjalan di atas track

  kredit foto : http://www.traincollectors.org.uk/top.jpg 


Inovasi ini memberikan pengaruh baik untuk produsen mainan(miniatur), di mana salah satu fitur dasar untuk kesuksesan bisnis di bidang ini kebanyakan adalah untuk membuat souvenir atau hadiah-hadiah, dengan barang-barang yang memiliki nilai pada event-event seperti (Natal, ulang tahun, orang tua dan atau kepada relasi yang cukup terjangkau ukuran uang saku). 
gambar di atas adalah contoh sebuah tin toys dengan sistem operasi clockwork di tahun 1950-an, disebut clock work karena mirip arloji atau jam jaman dulu yang harus diputar (berlawanan arah) dahulu supaya hidup http://www.vectis.co.uk/AuctionImages/51/3174_l.jpg


Model-model Märklin pertama dibuat dalam tiga gauge (disebut gauge 1, gauge 2 dan gauge 3, dengan cukup proporsional).   Model-model tersebut umumnya berbahan dasar  tinplate (lembaran timah) yang dipatri dan dicat dengan pengerjaan yang masih kasar menurut ukuran sekarang, yang digerakkan oleh gaya pegas (sebelum dijalankan, diputar dahulu pegasnya).   Meskipun demikian toh mainan kereta-keretaan tersebut memperoleh sukses besar.   
 
contoh sebuah lokomotif tin toys di tahun 1912
 Sehingga Märklin memperluas jangkauan produksinya, dengan menambahkan, gauge yang lebih kecil dari ketiga gauge pendahulunya, yang disebut gauge keempat (O).   Berbagai aksesoris juga semakin lengkap dan banyak macamnya.   Märklin bukanlah pemain tunggal pada segmen ini.   Pada zamannya pembuat mainan Jerman lainnya memperkenalkan produk-produk kompetitif, terutama Bing.   Kelak Jerman merupakan negara pembuat mainan terbesar di dunia.   Meskipun banyak varian dan divergensi dari masing-masing pembuat ini, toh pada umumnya  mereka mengadopsi standar gauge yang sama dengan Märklin, sambil mengembangkan teknik produksi baru, khususnya penggunaan lithographed tinplate (motif dan cat dicetak langsung pada bidang tin-plate), sehingga jauh lebih murah dan lebih beraneka warna, meskipun dengan beberapa kelemahan.
 
model kereta api salah satu kompetitor Märklin : BING


 Pada awal abad ke-20, mulai diperkenalkan metode propulsi yang lain, miniatur-miniatur lokomotif steam layaknya lokomotif yang sesungguhnya, dengan memakai tenaga listrik berjalan di atas rel metal, namun demikian miniatur berpenggerak pegas (clockwork) masih banyak digunakan.    Sementara itu podusen Märklin, Bing dan yang lain tumbuh terus berinovasi setiap tahun, dan sebagaimana iklim perdagangan mainan di Jerman yang sangat berorientasi ekspor, sehingga menyebarkan miniatur/ mainan kereta api ke seluruh dunia.   Pasar utama adalah Inggris, Perancis (pada masa itu Jerman masih di bawah kekuasaan Perancis) dan Amerika Serikat.   Inggris tidak memiliki pembuat mainan lokal untuk bersaing seperti Perancis, namun Inggris memiliki basis pasar di Amerika.   Bagaimanapun Inggris memiliki ‘sesuatu’ yang lain pada mainan kereta api.

 Lahirnya Hobby miniatur Kereta Api di Inggris

Hobi miniatur kereta api boleh dikatakan lahir di Inggris (Britania Raya) pada awal periode Edwardian (1901~1910).    Di mana sudah ada insinyur miniatur kereta api amatir yang mengembangkan lokomotif uap seperti lokomotif dalam kereta api yang nyata.   Adalah WJ Bassett-Lowke, salah satu tokoh muda yang paling menonjol saat itu, secara aktif memberikan sumbangsih yang penting dalam hobby miniatur kereta api di Inggris.  Basset melirik potensi kereta api mainan dari Jerman, khususnya track dan mekanisme, dan memperbaiki bentuk bodi kereta dan lokomotif supaya agak lebih akurat untuk prototipe untuk kemudian dijual bukan lagi sebagai mainan untuk anak-anak melainkan sebagai barang hobby (adult toys).   Bassett-Lowke kemudian menggandeng Henry Greenly, sebagai perancang model ini.   Pertama-tama, Greenly membentuk sistem skala menggunakan standard gauge Märklin.  Ia juga menerbitkan sebuah bulletin pertama yang ditujukan untuk pelaku hobby miniatur kereta api.   Sehingga dapat dikatakan, hobby miniatur kereta api tumbuh berkembang dari barang mainan, dan perjuangan para modeler (dari amatir sampai professional) untuk eksis pada jalur hobby ini banyak menemui suka dan duka.
Bassett-Lowke cenderung menggunakan jasa Bing dan Carrette untuk pembuatan miniatur-miniatur tersebut,  dan setelah rancangan tersebut mantab (established) para pabrikan di Jerman mulai memproduksi untuk dipasarkan importer lain, misalnya Märklin untuk toko Gamages di London.





 AWAL MINIATUR KERETA API DI AMERIKA
Pada saat yang sama ketika Märklin sedang memasarkan mainan kereta apinya ke Eropa, Amerika sedang bereksperimen dengan hal baru: elektronika.  Salah satu hasilnya adalah bahwa beberapa jenis mainan kereta-keretaan elektrik yang beredar dari tahun 1890-an kemudian yang dalam ukuran rumahan, menggunakan rakitan dua rel yang agak mirip dengan tipe pre-Märklin. Tapi mereka mengikuti sistem barang-barang impor dari Jerman.   Pada kisaran tahun 1900-an, seorang pembuat mainan yang sudah mapan (established) di Amerika, Ives memutuskan untuk bersaing dengan pabrik-pabrik lain seperti Bing di sektor mainan kereta pegas tinplate dalam gauge O dan 1.   Kemudian Lionel seorang modeler yang nyeleneh, memodifikasi track tin-plate ala Eropa dengan beberapa pendekatan konstruksi, untuk dijalankan menjadi miniatur kereta elektrik.   Gambar di atas diunggah dari http://www.tcawestern.org/images/bl3.jpg


 Sebelum dan setelah WW 1

Dapat dikatakan selama periode Edwardian dan sampai tahun 1914 bisnis di segmen miniatur kereta api semakin mantab.  Märklin dan Bing sebagian besar masih berkutat pada segmentasi lama, namun kini mereka harus mulai memperhitungkan sepak terjang Basset dan Lionel di Amerika.   Ini melahirkan beberapa miniatur yang lebih indah, lebih besar, lebih realistis dan namun masih ‘toy-like’.   Model Pacific muncul, namun masih belum bisa merepresentasikan loko 0-4-0 (meskipun yang terakhir masih didominasi trainset murah). Miniatur kereta uap masih tersedia untuk pre order dan miniatur kereta elektrik menawarkan propulsi yang jauh lebih umum, meskipun di Eropa mainan kereta-kereta clockwork masih menguasai pasar bahkan untuk semua item favorit, terutama di Inggris.

Setelah 1914 peta market mainan berubah.  Jerman sudah tidak bisa lagi memimpin ekspor ke pasar utama industri mainan kereta api sehingga pemain (pelaku bisnis) lokal mulai muncul atau berkembang. Di Eropa ini umumnya terjadi setelah perang, dengan, misalnya, pengembangan miniatur kereta ‘Hornby’ di Inggris (dan Perancis) dan JEP di Perancis.  Bahkan di Swiss pun mulai bermunculan pemain-pemain lokal pada segmen mainan kereta api tersebut.
miniatur Hornby diesel class31

Di AS dengan adanya pembatasan produk-produk Jerman - memungkinkan pabrikan mainan lokal mendominasi pasar domestik.   Sebutlah merk-merk seperti ‘Lionel’, ‘Ives’ dan ‘American Flyer’  http://nfrailroad.com/ClockworkTrains/1912Ives/1912IvesFinished3.jpg - meraih sukses merebut hati dan perhatian kanak-kanak di Amerika, bahkan belakangan Louis Marx membuat sebagian kecil mainan kereta api untuk kaum proletar.
Pabrikan asal Jerman kemudian  berusaha untuk merebut kembali pasar lama mereka, namun sayang sekali, bersamaan dengan masa itu, sentimen pasar, anti Jerman dan munculnya proteksionisme tumbuh subur di daerah Inggris, Perancis dan Amerika (terutama di era fasisme Hitler)  ini menunjukkan bahwa pabrikan Jerman tidak pernah benar-benar menjadi ancaman produsen mainan lokal di Inggris, Perancis atau Amerika Serikat.  Namun,  untuk seluruh Eropa dan pasar domestik masih terbuka untuk mereka.

 
mesin clockwork 'IVES'

 Polemik skala

Beberapa produk miniatur kereta api, selanjutnya berkembang dalam sejumlah tren.  Salah satunya adalah munculnya skala yang lebih kecil.   Gauge OO dan HO berkembang dari sebuah kolaborasi antara ‘Bing’ dan ‘Basset-Lowke’, dirancang oleh Henry Greenly, untuk model-model kereta api yang dimainkan atas meja lay out.   Model-model mereka, sejauh itu masih dianggap benar-benar hanya mainan, karena menggunakan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan di Inggris, Amerika Serikat dan masih mengikuti pakem-pakem (standar) mainan kereta Jerman.   Di sini mulai muncul perdebatan mengenai SKALA.    Fakta menunjukkan -sebagai mainan- sistem ‘Bing Table Top’ mempunyai perform yang agak mengecewakan (tidak begitu lancar jalannya).  Toh kegagalan tersebut telah mendorong lahirnya bermacam-macam skala dan ukuran miniatur kereta api yang dimainkan oleh orang-orang dewasa, sebagaimana yang ada pada saat sekarang ini.   Dan perdebatan soal skala ini yang akhirnya memunculkan dua skala dengan gauge yang sama (HO skala 1/87 skala) dan di Britania Raya/ Inggris (OO skala 1/76) mereka sama-sama menggunakan gauge 16,5mm.
anda ingin mengenal lebih jauh tentang skala ?...silahkan klik http://aabandema.blogspot.com/2014/01/skala-pada-miniatur-kereta-api-di.html
Permasalahan skala, justru memunculkan tren kedua, yakni miniatur kereta api sebagai hoby, dan bukan hanya untuk orang-orang kaya,  tren tersebut mulai berhembus dari Inggris sejak tahun 1920 dan tumbuh subur di Amerika Serikat pada tahun-tahun 30-an.   Reportase-reportase dari sejumlah majalah hobby,  menunjukkan kemajuan pada konstruksi bangunan dan standar-standar yang lebih baik, namun pertumbuhan produsen untuk segmen hobby (dewasa) masih tetap lebih kecil daripada pasar segmen mainan.  Di Amrik, trend hobby miniatur kereta api telah mendorong diterapkannya standar-standar produksi untuk para produsen miniatur kereta api (hobby) – ditandai dengan berdirinya NMRA pada tahun 1934. 

Para produsen mainan akhirnya memperhitungkan perkembangan (trend) ini.   Di samping memproduksi kereta api mainan yang dijual untuk anak-anak, para produsen juga menjual barang hobby untuk orang tua(dewasa).   Bagaimanpun pengaruh apa yang terjadi di Inggris pada tahun 30-an mendorong tumbuhnya  kereta api mainan yang lebih baik menjadi jauh lebih realistis, mengadopsi bentuk, warna dan livery lebih seperti kereta api yang nyata.   Sesaat sebelum pecah perang dunia II,  pada tahun 1938 di Amerika Serikat, Jerman dan Inggris tumbuhnya skala OO dan skala HO menandai hadirnya generasi kedua pada segmen mainan kereta api, di mana mulai ditetapkan standar-standar baru menuju miniatur yang semakin realistis.

Setelah WW2
Pertumbuhan industri miniatur kereta api di Amerika paska perang dunia II, menunjukkan statistik yang lebih bagus daripada di rata-rata negara Eropa.  Sehingga kehidupan berhobby miniatur kereta api di Amerika menjadi lebih maju daripada peminat yang sama di Eropa.  Produk-produk miniatur kereta api di Amerika berkembang menjadi lebih dari sekedar ‘toy-like’ dengan menambahkan fitur asap pada lokomotif uap, atau fitur-fitur canggih lainnya pada rangkaian rolling stock.   Sejak saat itu, skala secara bertahap mengambil segmen pasar yang bagus di pasar mainan.
Eropa membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan iklim manufaktur untuk memulai kembali produksi miniatur-miniatur keretanya, dan ketika manufaktur di Eropa mulai pulih, penekanannya adalah pada skala OO (khususnya di Inggris) atau HO (seluruh Eropa).   
Di Eropa, standarisasi mulai diperhatikan sejak terbentuknya MOROP pada tahun 1954 di Genova, terlambat 2dekade dari Amerika (NMRA).   Dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang MOROP dan aplikasi skala pada miniatur kereta api, anda dipersilahkan meng-klik  http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kopler-pada-miniatur-kereta-api.html 
Beberapa pemain baru mulai bermunculan meramaikan kompetisi pasar di segmen miniatur kereta api, mereka adalah : Fleischmann di Jerman, Rivarossi di Italia dan Rovex-Triang di Inggris, semua memiliki segment yang cukup fanatik.   Sistem DC12v untuk 2 rel, tumbuh berkembang pada periode ini.
Kereta api mainan menjadi mainan yang favorit pada dekade 1950-an.   Mereka diproduksi dalam jumlah ribuan dan puluhan ribu.   Efek yang luar biasa paska perang dunia ini,  'booming' barang mainan atau 'bulge' pada anak-anak, total pasar untuk mainan mulai menyusut.   Seleksi alam terjadi, beberapa pemain lama mulai gulung tikar, yang lain melakukan konsolidasi untuk bertahan hidup.   Dekade 1960-an tidak menunjukkan pergerakan yang berarti di pasar miniatur kereta (mainan).
Rivarossi hr2057 (class5047)
Rivarossi mirip lokomotif D (Krupp)di Indonesia


Kebangkitan dan Hong Kong
Para produsen miniatur yang masih survive mengadopsi berbagai strategi.   Ada  dua strategi utama.   Salah satunya adalah menjual kereta api mainan kepada orang dewasa.   Beberapa produsen miniatur kereta api mengikuti idealisme skala yang dibuat oleh tokoh-tokoh modeler, memproduksi model yang lebih akurat dan rinci.   Produsen-produsen lain bahkan mengkhususkan bidikan market pada kolektor dewasa.  Kereta mainan tidak lagi menjadi mainan yang universal sehingga kelompok orang dewasa mulai aktif mengoleksi miniatur kereta api, bukan sebagai bagian dari model kereta api tetapi sebagai obyek properti mereka sendiri.
Strategi produsen  kedua adalah untuk mengatasi biaya produksi.   Beberapa strategi terbukti menekan ongkos produksi,   umumnya dengan berekspansi ke beberapa tempat produksi baru, seperti Hong Kong, China atau Eropa Timur.
Tahun 1970-an mulai diperkenalkan skala yang lebih kecil (N dan Z untuk skala kecil, dan G untuk besar) memberikan pukulan yang cukup betrarti bagi para produsen barang miniatur di Inggris.   Di AS membanjir produk skala besar, miniatur lama 3rel dengan standar gauge ‘O’ mendominasi pasar.  Sementara pasar di Jerman masih dikuasai oleh 2 pembuat utama.
Sampai  hari ini pasar kereta mainan masih dipengaruhi oleh pabrikan-pabrikan tersebut di atas, dan dalam jangkauan yang lebih luas dari sebelumnya. Terlepas dari berbagai skala dan gauge, kami memiliki item jelas dibuat untuk modeler penggemar dewasa, yang lain untuk kolektor, yang lain untungnya masih untuk anak-anak.  Dan suatu saat nanti para produsen yang survive memiliki semua dari apa yang telah dibuat, untuk memenuhi kebutuhan para kolektor.
 Dalam Museum Märklin di kota Göppingen, pengunjung dapat menikmati koleksi-koleksi cantik dari model bangunan Märklin, berbagai macam miniatur kereta api yang menarik sejak 150 tahun yang lalu.  Di samping itu juga berbagai macam miniatur kereta api klasik, bersejarah dan langka seperti lokomotif uap pertama yang ‘hidup’.   Perusahaan legendaris Märklin memiliki tradisi menghubungan model dengan sejarah membuat produk-produknya tersaji dengan cara yang menarik dan menyenangkan.  Dalam dunia petualangan keluarga: ‘Märklin’, kolektor dan pemula dapat menemukan akses hiburan untuk berbagai edukasi dan tema.  (In the Märklin World of Adventure families, collectors and beginners can find entertaining access to the various subjects and themes).  Dewasa ini untuk segment pasar yang lebih luas, Märklin mendirikan pabrik di kota Györ di Hungaria  http://www.maerklin.com/en/company.html

Pabrikan-pabrikan lainnya
Tidak seperti Märklin, Perusahaan Bachmann memang sudah berdiri sejak 1833 (Henry Carlisle) setengah abad sebelum Märklin, namun perusahaan yang berbasis di Philadelphia -Yuwes ini awalnya adalah pembuat hiasan rumah yang terbuat dari tanduk atau gading dan cangkang kura-kura.  Bachmann baru mulai membuat model miniatur kereta api di tahun 1948 bekerjasama dengan perusahaan Hong Kong bernama 'KADER', dan miniatur kereta api pertama diproduksi KADER untuk Bachmann baru pada tahun 1969.  Pada tahun 1981 Kader menjadi Bachmann Industries, tahun 1988 Bachmann mendirikan Big Haulers™ untuk distributor 'Thomas & Friends' kereta api pulau Sodor yang sedang berkibar, tahun2007 Bachmann men-akuisisi Williams™ dan memperluas produksi-nya untuk skala 'O' 

 Fleischmann
Pada tahun 1887 didirikan Yayasan oleh Jean Fleischmann, untuk produksi ‘tin toys’ dan pada dekade berikutnya mulai memproduksi mainan: kapal, pesawat terbang, kemudian mainan magnetic maritim).  Pada tahun 1938, Fleischmann mulai membuat miniatur lokomotif bermesin uap pertama kali (model diperoleh dari perusahaan Doll & Co),  kemudian dilakukan pengembangan untuk perusahaan sendiri untuk menjadi model kereta api -asli dalam gauge 0.  Fleischmann baru memproduksi miniatur kereta api gauge HO di tahun 1952, dan gauge ‘N’ nya (piccolo) menyusul pada tahun 1968.  Pada tahun 1981 Fleischmann mencatatkan rekor menjalankan miniatur terpanjang di sebuah ‘window display’, yakni mencapai 2299km (**gila - ini sudah hampir sepanjang perjalanan dari Omaha ke San Fransisco, perjalanan pertama kali kereta penumpang Union Pacific), tahun 2008 menggandeng pabrikan Roco, dan pada tahun 2013 memproduksi miniatur ICE seri 407 pada skala presisi 1/87 http://www.fleischmann.de/en/aboutus/history/index.html
Fleischmann curved turn out switch
passcar Fleischmann -510401


ROCO 
Roco, merupakan ‘portmanteau’ (kependekan, istilah yang lebih pendek) dari ‘Roman & Company’ baru berkiprah di dunia model kereta api setelah berkibar dengan ‘Minitanks’ nya, di tahun 1993.  Setelah reorganisasi perusahaan di tahun 2005, kini ‘Roman & Company’ menjadi importir eksklusif Roco untuk Amerika Serikat.   Pada tahun 2006, Roco menggandeng perusahaan model MBZ, dan sejak tahun 2009 Roco menjadi distributor utama Fleischmann untuk kawasan Amerika Utara, dan pada tahun yang sama, Roco menggandeng pesohor pabrik figure: ‘Preiser’. http://www.roco.com/about-us.aspx
miniatur ROCO
lokomotif ROCO mini mallet

PIKO
PIKO Spielwaren GmbH adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Sonneberg.  Perusahaan tradisional ini didirikan pada tahun 1949 di Chemnitz (Jerman) dan dikelola oleh pemiliknya Dr René F. Wilfer sejak tahun 1992.   Penjualan produk miniatur kereta api PIKO di samping melalui toko miniatur kereta api yang lengkap, juga melayani perdagangan online dan dalam bagian mainan suatu department store anda dapat membeli artikel PIKO.   (di Indonesia kadang-kadang tersedia di konter ACE Hardware, ‘Toys City’ atau ‘Toy Kingdom’).   Di taman arena miniatur kereta api PIKO ber-skala H0,  produsen menyediakan full-line semua yang dibutuhkan pehoby (kamoder – model railroader) bermacam ukuran track yang sesuai untuk hobinya, mencakup lokomotif dan rangkaian (rolling stock), model bangunan, kelengkapan track lengkap seperti starter kit dan pengendali sistim digital.
 PIKO selalu berpartisipasi di berbagai pameran nasional dan internasional, seperti Nuremberg Toy Fair, serta pameran konsumen di Jerman untuk penggemar miniatur kereta api. Setiap 2 tahun sekali PIKO mengadakan "Open Day" di Sonneberg, yang dikunjungi oleh sekitar 10.000 penggemar PIKO dan telah menjadi acara reguler yang tak mengesankan bagi penggemar miniatur kereta api PIKO.
PIKO di produksi  di beberapa lokasi produksi, selain di Sonneberg (Jerman) juga di Chashan (Cina).  PIKO merupakan salah satu produsen miniatur kereta api di Jerman dan Eropa yang terkemuka terutama untuk gauge G, H0, TT, N. http://www.piko.de/DE/index.php/en/company
miniatur ICE - PIKO
Hobby Miniatur kereta api di Indonesia
Tidak mudah membuat rangkaian miniatur Kereta api Indonesia.
Kondisi pasar perdagangan barang hoby miniatur kereta api di Indonesia, membuat modeler kereta api Indonesia harus berjuang demi menghadirkan karya miniatur kereta api yang Indonesiawi.  Benda-benda perlengkapan miniatur kereta api yang beredar di pasar hoby, mengacu pada standard Internasional, dengan gauge 16,5mm.; pada skala HO 1/87 mewakili 4ft8½inch atau 56½inch dalam unit metric =1435mm.- Sementara pada kenyataannya kereta api yang umum berjalan di Indonesia menggunakan gauge 1067mm. (3ft6inch); pada skala HO 1/87 gauge ini lebih dekat ke HOn3½ dengan gauge 12mm.; atau mewakili 1043,636mm. pada skala 1:1 (**dengan selisih 2,3363cm. lebih sempit dibandingkan rel yang dipakai secara umum di Indonesia).
Hal ini diperparah dengan kondisi model lokomotif yang ‘Frateschi oriented’ – karena di dunia hanya merk Frateschi yang membuat miniatur lokomotif paling mendekati lokomotif yang umum dipakai di Indonesia (buatan General Electric U20C)  http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-indonesia.html

Gambar di atas, model miniatur (ferromodelismo) Frateschi U20C, paling mendekati lokomotif Indonesia CC201 - sumber foto : http://www.auroratrains.com.au/uploads/Products/product_348/3103.jpg
Tak pelak, para modeller kereta api di Indonesia menggunakan model lokomotif dummy buatan Agung Craft untuk mendapatkan kesempatan menghadirkan rangkaian kereta api yang khas Indonesia.   Di Indonesia memang belum ada, dan belum pernah ada produsen (pabrik) pembuat miniatur lokomotif berskala dan ber-standard Internasional yang motorized (mampu bergerak/ dinamis dengan elektro-motor).   Maka, kesempatan yang paling mendekati adalah model dummy lokomotif-lokomotif buatan Agung Craft.  

Dan baru-baru ini pusat produksi Agung Craft telah me-launching produk-produk baru mereka, yakni rangkaian kereta penumpang, dari berbagai livery dan periode kereta api Indonesia mulai era PJKA
produk baru Agung Craft - aseli putra Indonesia  untuk para penggemar kereta Indonesia
bersama sang juragan, pak Ari (kiri - AGUNG CRAFT)


http://aabandema.blogspot.com/2014/01/tentang-diorama.html


http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-arsitektur-ruang.html


http://aabandema.blogspot.com/2014/01/konsep-kota-kirangan.html

http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang.html

http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_20.html

http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_21.html

http://aabandema.blogspot.com/2014/01/enjoy-living-in-kirangan-place.html


semua model lokomotif menggunakan produksi 'AGUNG CRAFT'
bagi teman-teman yang membutuhkan info seputar penjualan miniatur kereta api dan perlengkapannya, anda dapat meng klik http://aabandema.blogspot.com/2014/02/pengenalan-lokomotif-uap-lanjutan.html  ada di bagian bawah, setelah anda membaca artikelnya
miniatur K3 livery Perumka - red n blue - 'AGUNG CRAFT'

- TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA -


6 komentar: