Tidak pernah ada miniatur dan mainan kereta api jika tidak ada kereta api yang nyata. Pada kenyataannya, mula-mula beberapa 'model' dari lokomotif dibuat sebagai alat promosi untuk penjualan setiap inovasi baru dalam perkereta apian, dan selanjutnya beberapa di antaranya kemudian mungkin telah diproduksi untuk mainan (barang hoby miniatur kereta api).
![]() | |
Tidak pernah ada miniatur dan mainan kereta api jika tidak ada kereta api yang nyata |
Jika kita berorientasi pada ‘peradaban kereta api’: the Liverpool
and Manchester Railway 15 September 1830,–
periode waktu tersebut berada di akhir era Gregorian di Inggris, dan
menjelang dimulainya era Victoria, yang lebih popular dengan ‘era Victorian’
yakni 1837~1901.
Dapat dikatakan
dimulainya sejarah miniatur kereta api, terjadi tidak jauh dari waktu di mana George
dan Robert Stephenson merancang Lokomotif uap generasi pertama yang tercatat di
dunia. ![]() |
the Liverpool and Manchaster Rilway - 15 September 1830 |
Sejarah miniatur kereta api,
diawali dari sebuah mainan tiruan lokomotif uap yang dikenal secara luas
sebagai Birmingham dribblers atau
carpet railway. Di masa-masa
Victorian (era Victorian adalah 1837~1901), mainan dan Model lokomotif kereta
api mencakup dalam beberapa kategori - ada mesin uap hidup yang mahal dan hanya
dapat dimiliki oleh kalangan bangsawan. Gambar di atas diunduh dari : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f6/Opening_Liverpool_and_Manchester_Railway.jpg
Daya tarik model-model kereta api dalam
segala bentuk, ukuran dan bahan, kebanyakan berupa ‘penny toys’ dan tin toys lalu
kemudian mainan yang digerakkan pegas putar. Mainan miniatur kereta uap dan mainan yang
digerakkan pegas putar (clockwork engines) dapat dimainkan di lantai, atau lintasan
trek sederhana sesuai dengan keinginan pengguna, namun miniatur kereta api
masih belum ‘real sense’ (mirip sekali dengan aselinya).
![]() |
contoh mainan yang terbuat dari tin plate (tin toys) dengan operasi clock work (memakai pegas yang diputar) |
Birmingham dribblers (kadang-kadang
disebut Birmingham piddlers) atau karpet railways diklaim sebagai kereta
api model
yang pertama kali ada di dunia. Ini
adalah sedikit keliru, karena Birmingham dribblers memang merupakan miniatur
dari lokomotif uap ‘the Rockets’ (1829)
yang benar-benar berjalan sesuai sistem lokomotif uap sesungguhnya, namun
lokomotif Birmingham Dribblers
hanya berjalan di lantai dan tidak di atas track (lintasan) sebagaimana
layaknya kereta api. Beberapa pengembangan
dari Birmingham Dribblers,
membuat roda depan yang steerable sehingga mereka bisa berjalan dalam lingkaran
tanpa track. Birmingham dribblers
pertama kali muncul pada 1840-an dan menjadi sangat populer dengan nama model/
mainan kereta api Victorian.
![]() |
tradisi mainan/ miniatur kereta api paling tua : Birmingham dribblers (CARPET RAILWAYS) |
Pabrikan Amerika memperkenalkan
bahan besi tuang (die cast) untuk menggantikan bahan timah ‘tin toys’.
Birmingham
dribblers
merupakan miniatur lokomotif uap yang sangat sederhana, biasanya terbuat dari
bahan kuningan , dengan sepasang silinder berosilasi yang sangat
sederhana, sebagai penggerak roda utama.
Pada dasarnya, silinder-silinder itu hanyalah boiler yang dipasang
pada roda, dan kadang-kadang diberikan
dekorasi sederhana (biasanya band lacquer).
Mainan kereta-keretaan ini tidak menggunakan track. Boiler-nya diisi penuh dengan air, lalu tungku dinyalakan, dan ketika tekanan
uap sudah cukup, lokomotif itu diletakkan
di atas lantai dan dilepaskan begitu saja sampai airnya atau bahan bakar habis
atau keretanya menabrak perabotan. Banyak
kejadian, beberapa kereta itu meledak,
sehingga kemudian dibuatkan katup pengaman yang sederhana.
Pada masa itu mainan
kereta-keretaan tersebut dengan cepat memperoleh julukan Birmingham
dribblers (atau kadang-kadang "Piddlers"), karena sebagian besar
dari mereka dibuat di Birmingham , Inggris. Mainan Piddlers ini juga memiliki kelemahan
meninggalkan jejak air di belakang mereka ketika sedang melaju di lantai. Banyak juga yang mencoba mencampur bahan bakar
yang digunakan untuk kompor, sehingga menimbulkan banyak insiden kebakaran yang
disebabkan oleh lokomotif menabrak furnitur dan terjungkir-balik sehingga bahan
bakar tumpah di lantai dan mengobarkan api.
Semakin lama dengan perkembangan teknologi, pada mainan ‘Piddlers’ ini
mulai ditambahkan detail-detail hiasan, seperti balok kayu penyangga, buffer
dan peluit uap.
Periode Märklin
Tonggak bersejarah miniatur kereta api adalah peluncuran Märklin di tahun 1891, merupakan miniatur kereta api dengan sistem lengkap yang pertama. (dibuat seperti sistem kereta api yang sesungguhnya, seperti yang sekarang kita mainkan). Tidak seperti produk-produk miniatur kereta api sebelumnya (yang benar-benar berupa mainan) - Märklin memperkenalkan rangkaian-rangkaian dengan gauge standar (seperti kereta api sesungguhnya), disajikan lengkap dengan komponen track yang dengan mudah dapat disusun, dan berbagai lokomotif, rolling stock dan aksesoris untuk memadukan komponen-komponen tersebut.
![]() |
pada awal-awal, produksi Märklin masih lebih mirip mainan, meskipun sudah berjalan di atas track |
kredit foto : http://www.traincollectors.org.uk/top.jpg
Inovasi ini memberikan pengaruh
baik untuk produsen mainan(miniatur), di mana salah satu fitur dasar untuk
kesuksesan bisnis di bidang ini kebanyakan adalah untuk membuat souvenir atau
hadiah-hadiah, dengan barang-barang yang memiliki nilai pada event-event
seperti (Natal, ulang tahun, orang tua dan atau kepada relasi yang cukup
terjangkau ukuran uang saku).
gambar di atas adalah contoh sebuah tin toys dengan sistem operasi clockwork di tahun 1950-an, disebut clock work karena mirip arloji atau jam jaman dulu yang harus diputar (berlawanan arah) dahulu supaya hidup http://www.vectis.co.uk/AuctionImages/51/3174_l.jpg
Model-model Märklin pertama
dibuat dalam tiga gauge (disebut gauge 1, gauge 2 dan gauge 3, dengan cukup
proporsional). Model-model tersebut
umumnya berbahan dasar tinplate
(lembaran timah) yang dipatri dan dicat dengan pengerjaan yang masih kasar
menurut ukuran sekarang, yang digerakkan oleh gaya pegas (sebelum dijalankan,
diputar dahulu pegasnya). Meskipun demikian toh mainan kereta-keretaan
tersebut memperoleh sukses besar.
Sehingga Märklin memperluas jangkauan
produksinya, dengan menambahkan, gauge yang lebih kecil dari ketiga gauge
pendahulunya, yang disebut gauge keempat (O). Berbagai aksesoris juga semakin lengkap dan
banyak macamnya. Märklin bukanlah pemain tunggal pada segmen ini. Pada zamannya pembuat mainan Jerman
lainnya memperkenalkan produk-produk kompetitif, terutama Bing. Kelak Jerman
merupakan negara pembuat mainan terbesar di dunia. Meskipun banyak varian dan divergensi dari
masing-masing pembuat ini, toh pada umumnya mereka mengadopsi standar gauge yang sama dengan
Märklin, sambil mengembangkan teknik produksi baru, khususnya penggunaan
lithographed tinplate (motif dan cat dicetak langsung pada bidang tin-plate),
sehingga jauh lebih murah dan lebih beraneka warna, meskipun dengan beberapa kelemahan.
Pada awal abad ke-20, mulai
diperkenalkan metode propulsi yang lain, miniatur-miniatur lokomotif steam layaknya
lokomotif yang sesungguhnya, dengan memakai tenaga listrik berjalan di atas rel
metal, namun demikian miniatur berpenggerak pegas (clockwork) masih banyak
digunakan. Sementara itu podusen Märklin,
Bing dan yang lain tumbuh terus berinovasi setiap tahun, dan sebagaimana iklim perdagangan
mainan di Jerman yang sangat berorientasi ekspor, sehingga menyebarkan miniatur/
mainan kereta api ke seluruh dunia. Pasar
utama adalah Inggris, Perancis (pada masa itu Jerman masih di bawah kekuasaan
Perancis) dan Amerika Serikat. Inggris
tidak memiliki pembuat mainan lokal untuk bersaing seperti Perancis, namun Inggris
memiliki basis pasar di Amerika. Bagaimanapun Inggris memiliki ‘sesuatu’ yang
lain pada mainan kereta api.
Lahirnya Hobby miniatur Kereta Api di Inggris
Hobi miniatur kereta api boleh
dikatakan lahir di Inggris (Britania Raya) pada awal periode Edwardian (1901~1910). Di
mana sudah ada insinyur miniatur kereta api amatir yang mengembangkan lokomotif
uap seperti lokomotif dalam kereta api yang nyata. Adalah WJ
Bassett-Lowke, salah satu tokoh muda yang paling menonjol saat itu, secara
aktif memberikan sumbangsih yang penting dalam hobby miniatur kereta api di
Inggris. Basset melirik potensi kereta
api mainan dari Jerman, khususnya track dan mekanisme, dan memperbaiki bentuk bodi
kereta dan lokomotif supaya agak lebih akurat untuk prototipe untuk kemudian
dijual bukan lagi sebagai mainan untuk anak-anak melainkan sebagai barang hobby
(adult toys). Bassett-Lowke kemudian
menggandeng Henry Greenly, sebagai perancang model ini. Pertama-tama, Greenly membentuk sistem skala
menggunakan standard gauge Märklin. Ia
juga menerbitkan sebuah bulletin pertama yang ditujukan untuk pelaku hobby
miniatur kereta api. Sehingga dapat dikatakan, hobby miniatur
kereta api tumbuh berkembang dari barang mainan, dan perjuangan para modeler
(dari amatir sampai professional) untuk eksis pada jalur hobby ini banyak
menemui suka dan duka.
Bassett-Lowke cenderung
menggunakan jasa Bing dan Carrette untuk pembuatan miniatur-miniatur tersebut, dan setelah rancangan tersebut mantab
(established) para pabrikan di Jerman mulai memproduksi untuk dipasarkan
importer lain, misalnya Märklin untuk toko Gamages di London.
AWAL MINIATUR KERETA API DI AMERIKA
Pada saat yang sama ketika Märklin
sedang memasarkan mainan kereta apinya ke Eropa, Amerika sedang bereksperimen
dengan hal baru: elektronika. Salah satu
hasilnya adalah bahwa beberapa jenis mainan kereta-keretaan elektrik yang beredar
dari tahun 1890-an kemudian yang dalam ukuran rumahan, menggunakan rakitan dua
rel yang agak mirip dengan tipe pre-Märklin. Tapi mereka mengikuti sistem
barang-barang impor dari Jerman. Pada
kisaran tahun 1900-an, seorang pembuat mainan yang sudah mapan (established) di
Amerika, Ives memutuskan untuk bersaing dengan pabrik-pabrik lain seperti Bing di
sektor mainan kereta pegas tinplate dalam gauge O dan 1. Kemudian Lionel seorang modeler yang nyeleneh,
memodifikasi track tin-plate ala Eropa dengan beberapa pendekatan konstruksi, untuk
dijalankan menjadi miniatur kereta elektrik. Gambar di atas diunggah dari http://www.tcawestern.org/images/bl3.jpg
Sebelum dan
setelah WW 1
Dapat dikatakan selama
periode Edwardian dan sampai tahun 1914 bisnis di segmen miniatur kereta api
semakin mantab. Märklin dan Bing
sebagian besar masih berkutat pada segmentasi lama, namun kini mereka harus mulai
memperhitungkan sepak terjang Basset dan Lionel di Amerika. Ini melahirkan beberapa miniatur yang lebih indah,
lebih besar, lebih realistis dan namun masih ‘toy-like’. Model Pacific muncul, namun masih belum bisa
merepresentasikan loko 0-4-0 (meskipun yang terakhir masih didominasi trainset
murah). Miniatur kereta uap masih tersedia untuk pre order dan miniatur kereta
elektrik menawarkan propulsi yang jauh lebih umum, meskipun di Eropa mainan
kereta-kereta clockwork masih menguasai pasar bahkan untuk semua item favorit,
terutama di Inggris.
Setelah 1914 peta market mainan
berubah. Jerman sudah tidak bisa lagi
memimpin ekspor ke pasar utama industri mainan kereta api sehingga pemain
(pelaku bisnis) lokal mulai muncul atau berkembang. Di Eropa ini umumnya
terjadi setelah perang, dengan, misalnya, pengembangan miniatur kereta ‘Hornby’
di Inggris (dan Perancis) dan JEP di Perancis. Bahkan di Swiss pun mulai bermunculan
pemain-pemain lokal pada segmen mainan kereta api tersebut.
![]() |
miniatur Hornby diesel class31 |
Di AS dengan adanya pembatasan produk-produk
Jerman - memungkinkan pabrikan mainan lokal mendominasi pasar domestik. Sebutlah merk-merk seperti ‘Lionel’, ‘Ives’
dan ‘American Flyer’ http://nfrailroad.com/ClockworkTrains/1912Ives/1912IvesFinished3.jpg - meraih sukses merebut hati dan perhatian kanak-kanak di Amerika, bahkan
belakangan Louis Marx membuat sebagian kecil mainan kereta api untuk kaum
proletar.
Pabrikan asal Jerman kemudian berusaha untuk merebut kembali pasar lama
mereka, namun sayang sekali, bersamaan dengan masa itu, sentimen pasar, anti
Jerman dan munculnya proteksionisme tumbuh subur di daerah Inggris, Perancis
dan Amerika (terutama di era fasisme Hitler)
ini menunjukkan bahwa pabrikan Jerman tidak pernah benar-benar menjadi
ancaman produsen mainan lokal di Inggris, Perancis atau Amerika Serikat. Namun, untuk seluruh Eropa dan pasar domestik masih terbuka
untuk mereka.
![]() |
mesin clockwork 'IVES' |
Polemik skala
Beberapa produk miniatur kereta
api, selanjutnya berkembang dalam sejumlah tren. Salah satunya adalah munculnya skala yang lebih
kecil. Gauge OO dan HO berkembang dari
sebuah kolaborasi antara ‘Bing’ dan ‘Basset-Lowke’, dirancang oleh Henry
Greenly, untuk model-model kereta api yang dimainkan atas meja lay out. Model-model mereka, sejauh itu masih dianggap
benar-benar hanya mainan, karena menggunakan perlengkapan yang sama dengan yang
digunakan di Inggris, Amerika Serikat dan masih mengikuti pakem-pakem (standar)
mainan kereta Jerman. Di sini mulai
muncul perdebatan mengenai SKALA. Fakta menunjukkan -sebagai mainan- sistem ‘Bing
Table Top’ mempunyai perform yang agak mengecewakan (tidak begitu lancar
jalannya). Toh kegagalan tersebut telah
mendorong lahirnya bermacam-macam skala dan ukuran miniatur kereta api yang
dimainkan oleh orang-orang dewasa, sebagaimana yang ada pada saat sekarang ini.
Dan perdebatan soal skala ini yang akhirnya
memunculkan dua skala dengan gauge yang sama (HO skala 1/87 skala) dan di
Britania Raya/ Inggris (OO skala 1/76) mereka sama-sama menggunakan gauge
16,5mm.
anda ingin mengenal lebih jauh tentang skala ?...silahkan klik http://aabandema.blogspot.com/2014/01/skala-pada-miniatur-kereta-api-di.html
Permasalahan skala, justru memunculkan tren kedua, yakni miniatur kereta api sebagai hoby, dan bukan
hanya untuk orang-orang kaya, tren
tersebut mulai berhembus dari Inggris sejak tahun 1920 dan tumbuh subur di
Amerika Serikat pada tahun-tahun 30-an. Reportase-reportase dari sejumlah majalah hobby,
menunjukkan kemajuan pada konstruksi bangunan
dan standar-standar yang lebih baik, namun pertumbuhan produsen untuk segmen
hobby (dewasa) masih tetap lebih kecil daripada pasar segmen mainan. Di Amrik, trend hobby miniatur kereta api
telah mendorong diterapkannya standar-standar produksi untuk para produsen
miniatur kereta api (hobby) – ditandai dengan berdirinya NMRA pada tahun 1934.
Para produsen mainan akhirnya
memperhitungkan perkembangan (trend) ini. Di
samping memproduksi kereta api mainan yang dijual untuk anak-anak, para
produsen juga menjual barang hobby untuk orang tua(dewasa). Bagaimanpun pengaruh apa yang terjadi di Inggris pada tahun 30-an mendorong
tumbuhnya kereta api mainan yang lebih
baik menjadi jauh lebih realistis, mengadopsi bentuk, warna dan livery lebih
seperti kereta api yang nyata. Sesaat
sebelum pecah perang dunia II, pada
tahun 1938 di Amerika Serikat, Jerman dan Inggris tumbuhnya skala OO dan skala HO
menandai hadirnya generasi kedua pada segmen mainan kereta api, di mana mulai
ditetapkan standar-standar baru menuju miniatur yang semakin realistis.
Setelah WW2
Pertumbuhan industri miniatur
kereta api di Amerika paska perang dunia II, menunjukkan statistik yang lebih
bagus daripada di rata-rata negara Eropa.
Sehingga kehidupan berhobby miniatur kereta api di Amerika menjadi lebih
maju daripada peminat yang sama di Eropa.
Produk-produk miniatur kereta api di Amerika berkembang menjadi lebih
dari sekedar ‘toy-like’ dengan menambahkan fitur asap pada lokomotif uap, atau
fitur-fitur canggih lainnya pada rangkaian rolling stock. Sejak
saat itu, skala secara bertahap mengambil segmen pasar yang bagus di pasar
mainan.
Eropa membutuhkan waktu lebih
lama untuk memulihkan iklim manufaktur untuk memulai kembali produksi
miniatur-miniatur keretanya, dan ketika manufaktur di Eropa mulai pulih,
penekanannya adalah pada skala OO (khususnya di Inggris) atau HO (seluruh
Eropa).
Di Eropa, standarisasi mulai diperhatikan sejak terbentuknya MOROP pada tahun 1954 di Genova, terlambat 2dekade dari Amerika (NMRA). Dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang MOROP dan aplikasi skala pada miniatur kereta api, anda dipersilahkan meng-klik http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kopler-pada-miniatur-kereta-api.html
Beberapa pemain baru mulai
bermunculan meramaikan kompetisi pasar di segmen miniatur kereta api, mereka
adalah : Fleischmann di Jerman, Rivarossi di Italia dan Rovex-Triang di
Inggris, semua memiliki segment yang cukup fanatik. Sistem DC12v untuk 2 rel, tumbuh berkembang
pada periode ini.
Kereta api mainan menjadi mainan yang
favorit pada dekade 1950-an. Mereka
diproduksi dalam jumlah ribuan dan puluhan ribu. Efek yang luar biasa paska perang dunia ini, 'booming' barang mainan atau 'bulge' pada anak-anak,
total pasar untuk mainan mulai menyusut. Seleksi alam terjadi, beberapa pemain lama
mulai gulung tikar, yang lain melakukan konsolidasi untuk bertahan hidup. Dekade 1960-an tidak menunjukkan pergerakan
yang berarti di pasar miniatur kereta (mainan).
![]() |
Rivarossi hr2057 (class5047) |
![]() |
Rivarossi mirip lokomotif D (Krupp)di Indonesia |
Kebangkitan dan
Hong Kong
Para produsen miniatur yang masih
survive mengadopsi berbagai strategi. Ada dua strategi utama. Salah
satunya adalah menjual kereta api mainan kepada orang dewasa. Beberapa produsen miniatur kereta api
mengikuti idealisme skala yang dibuat oleh tokoh-tokoh modeler, memproduksi
model yang lebih akurat dan rinci. Produsen-produsen lain bahkan mengkhususkan
bidikan market pada kolektor dewasa. Kereta
mainan tidak lagi menjadi mainan yang universal sehingga kelompok orang dewasa
mulai aktif mengoleksi miniatur kereta api, bukan sebagai bagian dari model
kereta api tetapi sebagai obyek properti mereka sendiri.
Strategi produsen kedua adalah untuk mengatasi biaya produksi. Beberapa strategi terbukti menekan ongkos
produksi, umumnya dengan berekspansi ke beberapa tempat
produksi baru, seperti Hong Kong, China atau Eropa Timur.
Tahun 1970-an mulai diperkenalkan
skala yang lebih kecil (N dan Z untuk skala kecil, dan G untuk besar) memberikan
pukulan yang cukup betrarti bagi para produsen barang miniatur di Inggris. Di AS membanjir
produk skala besar, miniatur lama 3rel dengan standar gauge ‘O’ mendominasi
pasar. Sementara pasar di Jerman masih
dikuasai oleh 2 pembuat utama.
Sampai hari ini pasar kereta mainan masih dipengaruhi
oleh pabrikan-pabrikan tersebut di atas, dan dalam jangkauan yang lebih luas
dari sebelumnya. Terlepas dari berbagai skala dan gauge, kami memiliki item
jelas dibuat untuk modeler penggemar dewasa, yang lain untuk kolektor, yang
lain untungnya masih untuk anak-anak. Dan
suatu saat nanti para produsen yang survive memiliki semua dari apa yang telah
dibuat, untuk memenuhi kebutuhan para kolektor.
Dalam Museum Märklin di kota Göppingen,
pengunjung dapat menikmati koleksi-koleksi cantik dari model bangunan Märklin,
berbagai macam miniatur kereta api yang menarik sejak 150 tahun yang lalu. Di samping itu juga berbagai macam miniatur kereta
api klasik, bersejarah dan langka seperti lokomotif uap pertama yang ‘hidup’. Perusahaan legendaris Märklin memiliki
tradisi menghubungan model dengan sejarah membuat produk-produknya tersaji
dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Dalam dunia petualangan keluarga: ‘Märklin’, kolektor
dan pemula dapat menemukan akses hiburan untuk berbagai edukasi dan tema. (In the Märklin World of Adventure families,
collectors and beginners can find entertaining access to the various subjects
and themes). Dewasa ini untuk segment
pasar yang lebih luas, Märklin mendirikan pabrik di kota Györ di Hungaria http://www.maerklin.com/en/company.html
Pabrikan-pabrikan lainnya
Tidak seperti Märklin, Perusahaan Bachmann memang sudah berdiri sejak
1833 (Henry Carlisle) setengah abad sebelum Märklin, namun perusahaan yang berbasis di Philadelphia -Yuwes ini
awalnya adalah pembuat hiasan rumah yang terbuat dari tanduk atau gading dan
cangkang kura-kura. Bachmann baru mulai
membuat model miniatur kereta api di tahun 1948 bekerjasama dengan perusahaan
Hong Kong bernama 'KADER', dan miniatur kereta api pertama diproduksi KADER
untuk Bachmann baru pada tahun 1969.
Pada tahun 1981 Kader menjadi Bachmann Industries, tahun 1988 Bachmann
mendirikan Big Haulers™ untuk distributor 'Thomas & Friends' kereta api
pulau Sodor yang sedang berkibar, tahun2007 Bachmann men-akuisisi Williams™ dan
memperluas produksi-nya untuk skala 'O'
Fleischmann
Pada tahun 1887 didirikan
Yayasan oleh Jean Fleischmann, untuk produksi ‘tin toys’ dan pada dekade
berikutnya mulai memproduksi mainan: kapal, pesawat terbang, kemudian mainan magnetic
maritim). Pada tahun 1938, Fleischmann
mulai membuat miniatur lokomotif bermesin uap pertama kali (model diperoleh
dari perusahaan Doll & Co), kemudian
dilakukan pengembangan untuk perusahaan sendiri untuk menjadi model kereta api
-asli dalam gauge 0. Fleischmann baru
memproduksi miniatur kereta api gauge HO di tahun 1952, dan gauge ‘N’ nya (piccolo)
menyusul pada tahun 1968. Pada tahun
1981 Fleischmann mencatatkan rekor menjalankan miniatur terpanjang di sebuah
‘window display’, yakni mencapai 2299km (**gila - ini sudah hampir sepanjang
perjalanan dari Omaha ke San Fransisco, perjalanan pertama kali kereta
penumpang Union Pacific), tahun 2008 menggandeng pabrikan Roco, dan pada tahun
2013 memproduksi miniatur ICE seri 407 pada skala presisi 1/87 http://www.fleischmann.de/en/aboutus/history/index.htmlFleischmann curved turn out switch |
![]() |
passcar Fleischmann -510401 |
ROCO
![]() |
miniatur ROCO |
![]() |
lokomotif ROCO mini mallet |
PIKO
PIKO Spielwaren GmbH adalah
sebuah perusahaan yang berbasis di Sonneberg.
Perusahaan tradisional ini didirikan pada tahun 1949 di Chemnitz
(Jerman) dan dikelola oleh pemiliknya Dr René F. Wilfer sejak tahun 1992. Penjualan produk miniatur kereta api PIKO di
samping melalui toko miniatur kereta api yang lengkap, juga melayani
perdagangan online dan dalam bagian mainan suatu department store anda dapat
membeli artikel PIKO. (di Indonesia
kadang-kadang tersedia di konter ACE Hardware, ‘Toys City’ atau ‘Toy Kingdom’).
Di taman arena miniatur kereta api PIKO
ber-skala H0, produsen menyediakan full-line
semua yang dibutuhkan pehoby (kamoder – model railroader) bermacam ukuran track
yang sesuai untuk hobinya, mencakup lokomotif dan rangkaian (rolling stock),
model bangunan, kelengkapan track lengkap seperti starter kit dan pengendali
sistim digital.
PIKO selalu berpartisipasi di
berbagai pameran nasional dan internasional, seperti Nuremberg Toy Fair, serta
pameran konsumen di Jerman untuk penggemar miniatur kereta api. Setiap 2 tahun
sekali PIKO mengadakan "Open Day" di Sonneberg, yang dikunjungi oleh
sekitar 10.000 penggemar PIKO dan telah menjadi acara reguler yang tak mengesankan
bagi penggemar miniatur kereta api PIKO.
PIKO di produksi di beberapa lokasi produksi, selain di
Sonneberg (Jerman) juga di Chashan (Cina). PIKO merupakan salah satu produsen miniatur
kereta api di Jerman dan Eropa yang terkemuka terutama untuk gauge G, H0, TT,
N. http://www.piko.de/DE/index.php/en/company
Tidak mudah membuat rangkaian
miniatur Kereta api Indonesia.
Kondisi pasar perdagangan barang hoby miniatur kereta api di Indonesia, membuat modeler kereta api Indonesia harus berjuang demi menghadirkan karya miniatur kereta api yang Indonesiawi. Benda-benda perlengkapan miniatur kereta api yang beredar di pasar hoby, mengacu pada standard Internasional, dengan gauge 16,5mm.; pada skala HO 1/87 mewakili 4ft8½inch atau 56½inch dalam unit metric =1435mm.- Sementara pada kenyataannya kereta api yang umum berjalan di Indonesia menggunakan gauge 1067mm. (3ft6inch); pada skala HO 1/87 gauge ini lebih dekat ke HOn3½ dengan gauge 12mm.; atau mewakili 1043,636mm. pada skala 1:1 (**dengan selisih 2,3363cm. lebih sempit dibandingkan rel yang dipakai secara umum di Indonesia).
Hal ini diperparah dengan kondisi model lokomotif yang ‘Frateschi oriented’ – karena di dunia hanya merk Frateschi yang membuat miniatur lokomotif paling mendekati lokomotif yang umum dipakai di Indonesia (buatan General Electric U20C) http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-indonesia.html
Kondisi pasar perdagangan barang hoby miniatur kereta api di Indonesia, membuat modeler kereta api Indonesia harus berjuang demi menghadirkan karya miniatur kereta api yang Indonesiawi. Benda-benda perlengkapan miniatur kereta api yang beredar di pasar hoby, mengacu pada standard Internasional, dengan gauge 16,5mm.; pada skala HO 1/87 mewakili 4ft8½inch atau 56½inch dalam unit metric =1435mm.- Sementara pada kenyataannya kereta api yang umum berjalan di Indonesia menggunakan gauge 1067mm. (3ft6inch); pada skala HO 1/87 gauge ini lebih dekat ke HOn3½ dengan gauge 12mm.; atau mewakili 1043,636mm. pada skala 1:1 (**dengan selisih 2,3363cm. lebih sempit dibandingkan rel yang dipakai secara umum di Indonesia).
Hal ini diperparah dengan kondisi model lokomotif yang ‘Frateschi oriented’ – karena di dunia hanya merk Frateschi yang membuat miniatur lokomotif paling mendekati lokomotif yang umum dipakai di Indonesia (buatan General Electric U20C) http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-indonesia.html
Gambar di atas, model miniatur (ferromodelismo) Frateschi U20C, paling mendekati lokomotif Indonesia CC201 - sumber foto : http://www.auroratrains.com.au/uploads/Products/product_348/3103.jpg
Tak pelak, para modeller kereta
api di Indonesia menggunakan model lokomotif dummy buatan Agung Craft untuk
mendapatkan kesempatan menghadirkan rangkaian kereta api yang khas
Indonesia. Di Indonesia memang belum ada, dan belum pernah ada
produsen (pabrik) pembuat miniatur lokomotif berskala dan ber-standard
Internasional yang motorized (mampu bergerak/ dinamis dengan
elektro-motor). Maka, kesempatan yang paling mendekati adalah model
dummy lokomotif-lokomotif buatan Agung Craft.
Dan baru-baru ini pusat produksi
Agung Craft telah me-launching produk-produk baru mereka, yakni rangkaian
kereta penumpang, dari berbagai livery dan periode kereta api Indonesia mulai
era PJKA
![]() |
produk baru Agung Craft - aseli putra Indonesia untuk para penggemar kereta Indonesia |
![]() |
bersama sang juragan, pak Ari (kiri - AGUNG CRAFT) |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/tentang-diorama.html |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/miniatur-kereta-api-arsitektur-ruang.html |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/konsep-kota-kirangan.html |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang.html |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_20.html |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/kota-kirangan-dan-kota-semarang_21.html |
![]() |
http://aabandema.blogspot.com/2014/01/enjoy-living-in-kirangan-place.html |
![]() |
semua model lokomotif menggunakan produksi 'AGUNG CRAFT' |
![]() |
miniatur K3 livery Perumka - red n blue - 'AGUNG CRAFT' |
hobi ma kreta api ya gan....nice post
BalasHapusterimakasih telah berkunjung gan dfp syar
BalasHapusKalo mau beli gerbong bisa?dan harganya?
BalasHapussudah ada di blog ini Ryan Harmono - terimakasih sudah berkunjung
Hapusmas Ryan Harmono bisa melihat di link ini,...ada di agak bawah artikelnya,>>... http://aabandema.blogspot.com/2014/02/pengenalan-lokomotif-uap-lanjutan.html
Hapus